Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Kemenag Siapkan Pendampingan untuk Siswa

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAMBI, KOMPAS — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat memastikan aktivitas di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Padang tetap berjalan setelah terjadinya ledakan bom rakitan di lingkungan sekolah itu. Pendampingan akan diberikan jika ada siswa yang mengalami trauma.

Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Mustafa, menyampaikan, pihaknya sangat prihatin dengan insiden tersebut. Ia pun telah mengecek ke lokasi kejadian. Dari hasil pemantauan di lapangan, Kanwil Kemenag Sumbar menyimpulkan aktivitas belajar dan mengajar pada Rabu (15/7/2026) ini dapat tetap berlangsung dengan baik dan situasi tetap terkendali.

“Kami langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi madrasah. Alhamdulillah, situasi tetap kondusif dan kegiatan di madrasah berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Mustafa dalam keterangan pada Rabu.

Sebelumnya diberitakan, insiden ledakan terjadi di MAN 3 Kota Padang yang berlokasi di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang, Selasa (14/7/26) pukul 11.30 WIB. Pada hari itu, pihak madrasah tengah menyelenggarakan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (Mata Muda) Tahun Ajaran 2026/2027.

Salah seorang siswa berinisial R (17) membawa dan meledakkan bom rakitan berdaya ledak rendah. Pada saat kegiatan sekolah tengah memasuki jam istirahat, ia diduga meledakkan salah satu bom rakitan di sekitar ruang kelas XII IPS 7. Suara ledakan itu menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah. Kegiatan belajar mengajar pun dihentikan lebih awal. 

Petugas keamanan segera mendekat dan memeriksa seisi ruangan kelas. Ditemukan ada tiga bom lain dari dalam tas R yang belum sempat meledak. Seluruh bom rakitan itu langsung diamankan petugas dan diberikan kepada kepolisian.

Mustafa menjelaskan, kegiatan Mata Muda yang sedang berlangsung di MAN 3 Kota Padang tetap terlaksana. Dari hasil pemantauan di madrasah, dia menyebut, tidak terlihat adanya gangguan yang berdampak terhadap proses belajar di madrasah.

Baca JugaDiduga Dirundung Temannya, Siswa MAN 3 Padang Ledakkan Bom Rakitan

Kanwil Kemenag Sumbar pun menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan pada Kepolisian Daerah Sumatera Barat. Pihaknya juga siap berkoordinasi dengan kepolisian maupun Kanwil Kemenag Kota Padang, pihak madrasah, serta unsur terkait.

“Kami mempercayakan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat kepolisian. Sementara itu, Kementerian Agama fokus memastikan layanan pendidikan tetap berjalan dan warga madrasah memperoleh pendampingan yang diperlukan,” katanya.

Pendampingan

Mustafa menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan langkah mitigasi berupa pendampingan setelah terjadinya insiden itu. Apabila ada siswa mengalami trauma, akan dilakukan pendampingan terhadap mereka.

Pendampingan akan dilakukan secara bertahap melalui kepala madrasah, guru, wali kelas, dan guru Bimbingan Konseling (BK). Siswa juga akan diberikan penguatan agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta tetap menjalani aktivitas belajar seperti biasa.

Bagi siswa yang membutuhkan pendampingan psikososial, Kanwil Kemenag Sumbar berkoordinasi dengan tenaga profesional, termasuk psikolog, untuk memberikan layanan pemulihan trauma sesuai kebutuhan.

Kami langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi madrasah. Alhamdulillah, situasi tetap kondusif dan kegiatan di madrasah berjalan sebagaimana mestinya

Mustafa menambahkan, proses belajar mengajar di MAN 3 Kota Padang akan tetap berlangsung sebagaimana biasa. Untuk membangun kembali rasa aman dan nyaman di lingkungan madrasah, kegiatan pada Rabu ini diawali dengan senam bersama, outbound, serta pembinaan dari jajaran Polsek Koto Tangah. Langkah itu diharapkan dapat membangun kembali rasa percaya diri siswa agar dapat beraktivitas normal di madrasah.

“Kami ingin memastikan seluruh siswa merasa aman dan nyaman berada di madrasah. Yang paling penting saat ini adalah mengembalikan suasana belajar yang kondusif melalui pendampingan, pembinaan, dan komunikasi yang baik antara madrasah, orang tua, serta aparat terkait,” tutur Mustafa.

Kanwil Kemenag Sumbar juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menerima informasi. Masyarakat diimbau tidak mudah percaya dan jangan menyebarluaskan informasi yang belum tentu benar. 

Baca JugaLedakan SMAN 72 Jakarta dan Alarm Kerentanan Psikologis Anak

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumbar, Tan Gusli, menambahkan, peninjauan dilakukan segera setelah menerima informasi mengenai peristiwa yang terjadi di lingkungan madrasah. Dia pun mendorong pengelola madrasah itu menjaga suasana tetap kondusif dan nyaman bagi peserta didik untuk belajar.

Menurutnya, madrasah diharapkan harus tetap menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan membentuk karakter peserta didik. Kanwil Kemenag Sumbar akan terus mendampingi warga madrasah agar proses pendidikan berlangsung dengan baik.

Kotak hitam

Juru Bicara Densus 88 Komisaris Besar Mayndra Eka Wardhana mengatakan, setelah insiden ledakan itu, proses pendalaman terus dilakukan. Dia menyebut, ada sejumlah barang diduga bom rakitan yang pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan sekolah. Pihak sekolah langsung melaporkan dan menyerahkannya ke kepolisian.

"Dari pemeriksaan awal, petugas mengamankan sejumlah barang, antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan beberapa barang lainnya," ujar Mayndra. 

Baca JugaLedakan di SMAN 72 Tanda Darurat Remaja Kita

Tim gabungan Densus 88 dan penyidik Polda Sumbar juga telah meminta keterangan R. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, R diduga sebagai pemilik barang-barang tersebut.

"Identitas korban yang disebut sebagai sasaran rencana tindakan berasal dari keterangan pelaku dan masih memerlukan pendalaman,” kata Mayndra.

Saat diperiksa polisi, R mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring. Siswa itu mengaku terinspirasi oleh peristiwa ledakan bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025. Dia juga mengaku bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak.

R mulai mempelajari dan merakit bom di kamarnya sejak sekitar empat bulan terakhir. Proses merakit bom di rumah dilakukan R tanpa sepengetahuan orangtuanya. Semua bahan ia peroleh melalui pembelian secara daring. Namun, seluruh keterangan awal itu masih akan terus didalami oleh tim penyelidik.

”Semua pengakuan tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum,” tutur Mayndra.

Baca JugaPerundungan Siswa Kian Brutal, Mengapa Kita (Terus) Gagal Melindungi Anak?

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang Komisaris M Yasin mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, R mengaku menjadi korban perundungan sejak masih duduk di sekolah dasar hingga kini menjadi siswa kelas XII.

”Dari pemeriksaan awal, kami menemukan bahwa motif pelaku R adalah korban perundungan (bullying),” ujar Yasin, Selasa malam, seperti dikutip Kompas.com.

Menurut polisi, tekanan yang berlangsung bertahun-tahun diduga menumpuk hingga mendorong R melakukan aksi tersebut sebagai bentuk pelampiasan sekaligus untuk menunjukkan eksistensinya. Polisi menduga sasaran R adalah siswa yang selama ini dianggap sering merundungnya. Namun, dugaan tersebut masih didalami melalui pemeriksaan terhadap guru, teman sekolah, dan saksi lainnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siswa MAN 3 Padang yang Diduga Ledakan Bom di Sekolah Belajar Rakit dari YouTube
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Kisah Sunyi di Balik Kemewahan Para Bintang Timnas Inggris
• 1 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Lebih Dari 14.000 Orang Tewas Akibata Gelombang Panas di Eropa
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Disidang DPRD Gowa soal Perselingkuhan, Bupati Sitti Walkout
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Heboh Surat Sebut Kuntadi Calon Pengganti Febrie Adriansyah Jadi Jampidsus, Komisi Kejaksaan: Kalau Viral, Tak Valid
• 2 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.