Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta Densus 88 Antiteror Polri segera terbang ke Sumbar untuk mendalami kasus meledaknya bom rakitan siswa yang diduga korban bullying di MAN 3 Padang.
“Densus segera menurunkan tim untuk bisa melakukan konsultasi terkait dengan yang dilakukan oleh siswa (korban) bullying yang menyebabkan sampai akhirnya membuat rakitan bom,” ujar Sahroni, Rabu (15/7).
Ia meminta kasus ini tidak dianggap sepele. “Jangan dianggap sepele, dan segerakan tim Densus untuk terbang ke Sumbar untuk mengevaluasi dan menjajaki hal yang dilakukan oleh siswa tersebut,” tegas dia.
Sebelumnya, peristiwa ledakan itu terjadi pada Selasa (14/7) pukul 10.15 WIB. Sumber ledakan berasal dari dalam laci meja di salah satu ruang kelas bagian luar sekolah. Ledakan yang bersifat low explosive itu disebabkan oleh bom rakitan yang dibawa oleh siswa kelas XII berinisial R.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif R melakukan aksinya adalah dendam akibat menjadi korban perundungan sejak kelas IX. Polisi turut menemukan sebuah ketapel, kelereng, serta bahan yang diduga merupakan bom rakitan dalam tas pelaku.
Dari keterangan polisi, R belajar merakit peledak tersebut dari sebuah grup pembuat bom di internet. Ia juga terinspirasi kejadian SMAN 72 Jakarta. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.





