Manufacturing Surabaya ke-20 Digelar, Emil Dorong Industri Jatim Percepat Transisi Energi

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Pameran Manufacturing Surabaya kembali digelar untuk ke-20 kalinya di Grand City Convex Surabaya, Rabu (15/7/2026).

Pameran yang berlangsung bersamaan dengan Indonesia Energy Week dan Growtech Indonesia ini menjadi ajang mempertemukan pelaku industri, penyedia teknologi, hingga investor untuk mendorong daya saing industri nasional, khususnya di Jawa Timur.

Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur mengatakan, transisi menuju energi baru dan terbarukan (EBT) menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang bagi sektor manufaktur di Jawa Timur.

Menurutnya, komitmen tersebut sejalan dengan target Indonesia menuju ekonomi rendah karbon dan net zero emission yang harus mulai diwujudkan secara bertahap.

“Indonesia telah meratifikasi rencana untuk mencapai net zero carbon economy. Ini tidak bisa dilakukan secara ujug-ujug, tetapi harus dicicil mulai sekarang,” kata Emil usai membuka Manufacturing Surabaya di Grand City Surabaya, Rabu (15/7/2026).

Emil menjelaskan, ada dua langkah utama dalam mewujudkan transisi energi di sektor industri. Pertama, beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

Kedua, melakukan konservasi energi dengan menekan konsumsi listrik tanpa mengurangi hasil produksi.

“Teknologi manufaktur hari ini berkembang ke arah efisiensi. Bagaimana mengurangi konsumsi energi untuk menghasilkan output yang sama, bahkan lebih baik. Itu menjadi ciri khas perkembangan industri saat ini,” ujarnya.

Seremonial pembukaan Manufacturing Surabaya oleh Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur dan Lia Indriasari Country General Manager PT Pamerindo Indonesia, Rabu (15/7/2026). Foto: Meilita Elaine suarasurabaya.net

Menurut Emil, penyelenggaraan Manufacturing Surabaya selama 20 tahun telah menjadikan Surabaya sebagai pusat pertemuan pelaku industri untuk saling bertukar teknologi, memperluas kolaborasi, dan memperkuat daya saing manufaktur Indonesia.

“Ini menjadi pusat gravitasi untuk melihat teknologi-teknologi terbaru dan mempertemukan para pelaku industri. Dari kolaborasi itu Jawa Timur bisa menjadi rumah bagi pengembangan manufaktur yang relevan dengan tantangan masa depan,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi partisipasi berbagai pihak, termasuk Japan External Trade Organization (JETRO) yang dinilai memperkuat kemitraan internasional bagi perkembangan industri di Jawa Timur.

Emil menambahkan, sektor manufaktur masih menjadi tulang punggung perekonomian Jawa Timur.

“Kontribusi sektor manufaktur kita lebih dari 30 persen terhadap perekonomian Jawa Timur dan menyumbang sekitar 22 persen atau hampir seperempat dari total manufaktur nasional. Karena itu sudah sepantasnya event sebesar ini diselenggarakan di Jawa Timur,” katanya.

Terkait tantangan biaya dalam transisi energi, Emil menilai pemerintah daerah perlu memulai dari langkah-langkah yang paling mudah diterapkan atau quick win.

“Sebenarnya ada banyak langkah yang biaya tambahannya relatif kecil, bahkan bisa tertutupi oleh penghematan. Misalnya penerangan jalan umum yang sudah mulai menggunakan tenaga surya. Yang gampang-gampang dulu dikerjakan, tidak usah mencari yang paling sulit,” ujarnya.

Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur dan Lia Indriasari Country General Manager PT Pamerindo Indonesia saat diwawancarai awak media usai pembukaan Manufacturing Surabaya, Rabu (15/7/2026). Foto: Meilita Elaine suarasurabaya.net

Menurut Emil, peluang lain yang dapat segera dikembangkan adalah pemasangan rooftop solar panel, pengembangan pembangkit listrik tenaga surya, hingga rencana pembangunan floating solar panel di permukaan bendungan. Ia menyebut PLN juga telah merencanakan pembelian listrik dari pembangkit tenaga surya dengan kapasitas masing-masing 100 megawatt di dua lokasi di Jawa Timur.

Selain dukungan pemerintah, Emil mengatakan dunia usaha juga memiliki dorongan kuat untuk mempercepat transisi energi.

“Sekarang perusahaan harus memiliki sustainability report. Kalau ingin tetap bersaing di tingkat internasional, mereka harus menunjukkan upaya menghijaukan bauran energi dan proses produksinya. Kalau tidak, mereka akan kalah bersaing dengan perusahaan yang sudah lebih dulu melakukan langkah konkret,” jelasnya.

Sementara itu, Lia Indriasari Country General Manager PT Pamerindo Indonesia mengatakan penyelenggaraan Manufacturing Surabaya tahun ini berlangsung di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

“Kehadiran semua pihak menjadi bukti bahwa di tengah kondisi yang sangat kompleks saat ini, semangat untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan membangun industri nasional tetap tumbuh kuat,” ujarnya.

Lia menilai Surabaya dan Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai pusat industri dan perdagangan di kawasan Indonesia timur.

Manufacturing Surabaya diharapkan menjadi ruang bertemunya para pelaku industri untuk berbagi pengetahuan, memperluas jaringan bisnis, dan menciptakan kolaborasi baru.

Ia menambahkan, penyelenggaraan bersamaan dengan Energy Week dan Growtech Indonesia menunjukkan bahwa perkembangan manufaktur kini tidak dapat dipisahkan dari sektor energi, elektrifikasi, dan teknologi pertanian.

“Ketiganya saling melengkapi dan menciptakan sinergi industri yang lebih efisien, lebih produktif, dan semakin berkelanjutan,” kata Lia.

Melalui sinergi ketiga pameran tersebut, PT Pamerindo Indonesia berharap akan tercipta lebih banyak peluang bisnis lintas sektor sekaligus memperkuat daya saing industri Indonesia, khususnya di kawasan timur.

“Kami yakin percakapan sederhana yang terjadi selama pameran ini dapat berkembang menjadi kolaborasi nyata yang membawa dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya. (adv/lta/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelajahi Cita Rasa Medan Lewat 6 Kuliner Legendaris yang Bikin Ketagihan
• 29 menit lalukumparan.com
thumb
Kerja Sama Polri dan Polisi China: Saling Tukar Buronan Scam-Penipuan Tambang
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Timur Tengah di Ambang Ledakan Besar! AS Gempur Markas Rahasia Iran, Trump Umumkan Blokade Selat Hormuz
• 6 jam laluerabaru.net
thumb
Ribuan ASN Pemprov Jabar Terjerat Judol, PPPK Paruh Waktu Mendominasi
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sjafrie dan Duta Besar Korea Selatan Membahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan serta Pengembangan Industri Strategis
• 17 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.