VIVA – Hercules kembali menjadi sorotan publik setelah resmi dikukuhkan sebagai Dewan Kehormatan Serikat Buruh Nasional Indonesia (SBNI) pada Kongres dan Rapat Kerja Nasional II SBNI, Minggu, 12 Juli 2026. Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya itu kini kembali mendapat amanah baru, menambah daftar posisi strategis yang diembannya dalam beberapa tahun terakhir.
Jauh sebelum dikenal sebagai pimpinan organisasi kemasyarakatan dan aktif mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, nama Hercules sudah lebih dulu melekat dengan dunia premanisme Jakarta.
Pada era 1980 hingga 1990-an, sosoknya dikenal sebagai salah satu figur yang paling berpengaruh di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Berikut jejak perjalanan Hercules dari masa lalu hingga menjadi salah satu tokoh yang kerap mencuri perhatian publik.
1. Berasal dari Timor Timur
Hercules memiliki nama lengkap Rozario de Marshall atau Rosario de Marshall. Ia lahir di Ainaro, Timor Timur, pada 27 Mei 1968. Masa kecilnya diwarnai tragedi.
Saat masih berusia sekitar 12 tahun, ia kehilangan satu tangan akibat serangan di Ainaro pada 1978 yang juga menyebabkan kedua orang tuanya meninggal dunia. Setelah peristiwa tersebut, Hercules direkrut oleh Zacky Anwar Makarim sebagai Tenaga Bantuan Operasional (TBO) dan kemudian dibawa ke Jakarta bersama sejumlah pemuda asal Timor Timur lainnya.
2. Mengawali Karier sebagai Portir TNI
Sebelum dikenal sebagai tokoh yang berpengaruh di Jakarta, Hercules bekerja sebagai portir untuk TNI Angkatan Darat pada masa integrasi Timor Timur.
Pengalaman tersebut membawanya memiliki jaringan yang luas. Setelah menetap di Jakarta, ia mulai membangun kelompoknya sendiri di kawasan Tanah Abang yang kemudian berkembang menjadi salah satu kelompok paling disegani pada masanya.
3. Menjadi Penguasa Dunia Bawah Tanah Tanah Abang
Nama Hercules mulai mencuat pada era 1980 hingga 1990-an ketika kawasan Tanah Abang dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi sekaligus wilayah yang dipenuhi kelompok-kelompok preman.
Di masa itu, Hercules disebut sebagai salah satu figur paling berpengaruh di dunia bawah tanah Jakarta. Ia dikenal memimpin kelompok yang memiliki pengaruh besar dalam berbagai aktivitas di kawasan tersebut sehingga namanya identik dengan premanisme ibu kota.





