JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi Masjid Raya Jakarta Islamic Center (JIC), Koja, Jakarta Utara, yang masih terbengkalai pasca-kebakaran pada 2022, menyisakan kesedihan bagi sebagian warga sekitar.
Salah satunya dirasakan Udin (55). Warga yang tinggal di sekitar kawasan JIC itu mengaku kerap meneteskan air mata setiap kali melihat kondisi masjid yang hingga kini belum kembali seperti semula.
Baca juga: Sejak Insiden Kebakaran 2022, Masjid Raya Jakarta Islamic Center Masih Terbengkalai
"Sangat-sangat sedih sekali. Bahkan kadang-kadang, maaf ya, saya melintas ataupun main ke Jakarta Islamic Centre, saya meneteskan air mata. Karena saat itu (teringat) shalat saya nyaman, adem, tiba-tiba sekarang sampai detik ini kayak ya seperti ini," ungkap Udin saat ditemui Kompas.com di sekitar lokasi, Rabu (15/7/2026).
Menurut Udin, Masjid Raya JIC memiliki arti penting bagi masyarakat Jakarta Utara, khususnya warga Koja dan sekitarnya.
Masjid itu dibangun di atas kawasan bekas Kramat Tunggak yang dahulu dikenal sebagai lokasi prostitusi, sehingga menjadi simbol perubahan bagi masyarakat.
Baca juga: Cerita Sutiyoso Sulap Lokalisasi Kramat Tunggak Jadi Jakarta Islamic Center
"Alhamdulillah seberjalannya waktu digunakan untuk ibadah, ke-Islam-an, tentunya kami warga Koja atau Jakarta Utara bersyukur. Namun, di tahun 2022 mengalami kebakaran. Nah tentunya sampai saat ini ya belum terealisasi untuk pembangunannya," kata dia.
Karena itu, Udin berharap pemerintah segera memperbaiki Masjid Raya JIC agar dapat kembali dimanfaatkan masyarakat sebagai pusat ibadah dan kegiatan keagamaan.
Harapan serupa disampaikan Diana (49). Ia mengaku hampir setiap hari datang ke kawasan JIC. Sebelum kebakaran, masjid tersebut menjadi tempat favoritnya untuk beristirahat sambil menunggu waktu shalat.
Baca juga: Uniknya Masjid Jakarta Islamic Center, Bangunan Megah yang Dibangun Tanpa Tiang Penyangga
"Sebelum kebakaran saya emang udah biasa tidur-tiduran, istirahat di sini kan, ngadem," tutur Diana kepada Kompas.com, Rabu.
Bagi Diana, Masjid Raya JIC bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga menjadi kebanggaan warga Jakarta Utara karena berdiri di kawasan yang dahulu merupakan eks Kramat Tunggak.
"Jadi dari tempat yang maksiat itu, jadi tempat yang bermanfaat bagi kita-kita itu memang bener-bener the best lah. Diacungin jempol lah," ucap dia.
Baca juga: Heru Budi Pastikan Perbaikan Jakarta Islamic Center Tak Pakai APBD DKI
Ia menyayangkan hingga kini bangunan masjid masih terbengkalai, padahal sebelumnya menjadi ruang yang banyak dimanfaatkan warga untuk beribadah maupun beristirahat.
"Ya, pengennya saya sih ya seperti semula lah. Bisa buat tempat ibadah, orang-orang itu kan bermanfaat ya. Kalau ini dibenerin kan kayaknya enak, rame lagi gitu untuk orang berjamaah," tambah dia.
Sebelumnya diberitakan, Masjid Raya Jakarta Islamic Center masih dalam kondisi terbengkalai setelah kebakaran yang melanda bangunan tersebut pada 2022.
Pantauan Kompas.com di lokasi, Rabu (15/7/2026), area bangunan bekas kebakaran dipagari tali rafia hitam yang diikat pada bambu-bambu. Pintu utama masjid juga ditutup menggunakan papan kayu sehingga tidak dapat dimasuki sembarang orang.
Baca juga: Ramadhan 2022, Jakarta Islamic Center Tunggu Aturan Teknis Kemenag soal Buka Puasa Bersama
Di balik penutup tersebut, tangga dan akses menuju bangunan terlihat rusak. Puing-puing bangunan masih berserakan, sementara alang-alang tumbuh di sejumlah titik.
Di koridor masjid, beberapa plafon tampak ambruk dan material bangunan berserakan. Kerangka bangunan juga terlihat mengalami kerusakan sehingga puing masih berjatuhan. Akses menuju bagian tengah bangunan ditutup karena dinilai membahayakan.
Di beberapa sisi tembok terpasang papan peringatan bertuliskan, "Dilarang masuk. Rawan ambruk."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




