Padang, ERANASIONAL.COM – Pelajar SMAN 3 Padang, R mengaku mempelajari cara merakit bahan peledak melalui berbagai informasi yang diperolehnya di internet.
Ia juga menyebut terinspirasi oleh insiden ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta pada 2025.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga perangkat peledak tersebut dirakit sendiri oleh pelaku dengan memanfaatkan bahan-bahan yang dibeli melalui platform daring.
Proses perakitannya diduga dilakukan di rumah tanpa diketahui oleh orang tuanya.
Penyidik juga menelusuri pengakuan R yang mengaku menjadi anggota sejumlah grup di dunia maya yang membahas pembuatan bahan peledak.
“Pelaku juga mengaku telah bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak. Seluruh pengakuan tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum,” ujar Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Mayndra Eka Wardhana.
Mayndra menyebut, aparat kepolisian masih mendalami motif yang melatarbelakangi dugaan tindakan pelaku.
Proses penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa.
Polisi memastikan insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Seluruh barang bukti yang berkaitan dengan kasus itu telah diamankan sebagai bagian dari proses penyidikan lebih lanjut. []





