HARIAN.FAJAR.CO.ID, TAKALAR — Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye meninjau langsung lokasi rencana pembangunan Jembatan Garassi di Lingkungan Paria Lau’, Kelurahan Takalar, Kecamatan Mappakasunggu, Senin (13/7).
Peninjauan tersebut menjadi langkah awal pemerintah daerah dalam mempersiapkan pembangunan jembatan yang akan menghubungkan Kecamatan Mappakasunggu dan Kecamatan Mangarabombang melalui Sungai Pappa yang bermuara ke Selat Makassar.
Daeng Manye tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 Wita didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Takalar, Budiar Rosal Saleh. Dalam kunjungan itu turut hadir dua tenaga ahli jasa konstruksi yang melakukan peninjauan kondisi lapangan sekaligus mengkaji aspek teknis pembangunan jembatan.
Jembatan Garassi direncanakan menghubungkan Lingkungan Paria Lau’, Kelurahan Takalar, dengan Garassi, Desa Banggae, Kecamatan Mangarabombang. Selama ini, akses antara kedua wilayah tersebut masih harus memutar melalui ibu kota kecamatan dengan jarak tempuh sekitar 20 kilometer.
Padahal, jarak Paria Lau’ ke pusat Kecamatan Mappakasunggu hanya sekitar tujuh kilometer, sedangkan Garassi berada sekitar 13 kilometer melalui jalur darat yang tersedia saat ini. Kehadiran jembatan diproyeksikan memangkas jarak perjalanan masyarakat sekaligus memperlancar mobilitas orang dan distribusi barang.
Rencananya, Jembatan Garassi akan memiliki bentang sepanjang kurang lebih 100 meter. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi salah satu proyek strategis yang memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan selatan Kabupaten Takalar.
Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye mengatakan pembangunan Jembatan Garassi bukan sekadar menghadirkan akses penyeberangan, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun konektivitas yang lebih luas di Kabupaten Takalar.
“Ya, ini saya lagi melihat Jembatan Garassi yang menghubungkan dua wilayah di Kelurahan Takalar dengan Desa Banggae. Kehadiran jembatan ini diharapkan membantu masyarakat sekaligus mendorong perekonomian Takalar,” ujar Daeng Manye.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut nantinya akan menjadi salah satu jalur alternatif yang menghubungkan Takalar menuju Kabupaten Jeneponto dan kawasan sekitarnya sehingga mempercepat arus transportasi antarwilayah.
Selain mempersiapkan pembangunan Jembatan Garassi, Pemerintah Kabupaten Takalar juga merancang pembangunan belasan jembatan menggunakan konstruksi Aramco di sejumlah titik. Daeng Manye menyebut jumlahnya diperkirakan mencapai 14 hingga 15 unit.
Ia menjelaskan, penggunaan konstruksi Aramco dipilih karena dinilai lebih efisien, memiliki waktu pembangunan yang lebih singkat, serta mampu menjawab kebutuhan konektivitas di daerah yang memiliki banyak aliran sungai.
“Takalar memiliki banyak sungai. Karena itu kami mencari solusi yang bisa mempercepat keterhubungan antarwilayah. Jembatan bukan hanya soal melintasi sungai, tetapi membuka akses warga menuju sekolah, layanan kesehatan, dan pusat ekonomi dengan perjalanan yang lebih singkat,” katanya.
Daeng Manye menegaskan pembangunan infrastruktur akan terus menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Takalar karena memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pelayanan publik dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pembangunan Jembatan Garassi diharapkan menjadi salah satu proyek strategis yang mampu memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Takalar, sekaligus membuka akses yang lebih cepat dan efisien bagi masyarakat di Kecamatan Mappakasunggu dan Mangarabombang.





