JAKARTA, DISWAY.ID - Pasca diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat, 10 Juli 2026, Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus dioptimalisasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
adSelain difungsikan untuk mendukung swasembada pangan, Bendungan Meninting juga bermanfaat untuk penyediaan air baku, energi baru terbarukan, serta pengendalian banjir di Lombok Barat.
Menteri PU Dody hanggodo mengatakan, diresmikannya Bendungan Meninting merupakan salah satu langkah perwujudan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan air nasional.
BACA JUGA:Mendesak Amankan Lokasi Tenda dan Layanan Haji 2027, Kemenhaj Minta Persetujuan DPR Cairkan Uang Muka Rp4 T
“Arahan Bapak Presiden Prabowo melalui Asta Cita sangat jelas. Swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada air yang memerlukan tata kelola air yang tertib, berkelanjutan, dan benar-benar mampu memberikan manfaat yang maksimal kepada petani dan rakyat Indonesia,” kata Menteri Dody.
Bendungan Meninting dibangun pada periode 2018-2025 dengan biaya sebesar Rp1,473 triliun.
Bendungan ini memiliki tinggi 74 meter, kapasitas tampung sebesar 9,91 juta m3, serta luas genangan mencapai 46,16 ha.
“Alhamdulillah dengan adanya bendungan ini yang mampu menampung sampai dengan hampir 10 juta m3, air dapat dimanfaatkan sepanjang tahun. Dan sawah yang tadinya bergantung pada tadah hujan menjadi sawah yang bisa kita airi dari bendungan seluas 1.600 hektare dengan jaringan irigasi kurang lebih 26 km. Dulu sebelum ada Bendungan Meninting hanya bisa satu kali tanam, saat ini sudah bisa menjadi tiga kali musim tanam,” jelas Menteri Dody.
BACA JUGA:Dari Muazin ke Guru Besar: Kisah Hasani Ahmad Said, Anak Kampung yang Menginspirasi
Selain itu, bendungan ini juga telah menyelesaikan konflik horizontal masyarakat Kabupaten Lombok Barat terkait air dengan menyediakan air baku sebesar 150 liter per detik.
“Khusus untuk Bendungan Meninting ini sendiri, bendungan ini telah bisa mengurangi konflik horizontal yang selama ini sebelum bendungan ini ada selalu terjadi antara para perani dari Lombok Barat khususnya karena mereka selalu berebut ait manakala musim tanam tiba,” kata Menteri Dody.
Sebagai infrastruktur multifungsi, Bendungan Meninting juga memiliki potensi pemanfaatan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 0,8 MW serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 9,23 MW.
Di sisi lain, bendungan ini berperan dalam pengendalian banjir dengan kemampuan mereduksi genangan banjir hingga 59 ha.
BACA JUGA:Bertemu Prabowo, Luhut Bahas Penyempurnaan GovTech agar Bansos Lebih Tepat Sasaran
Fathul Faizi, salah seorang petani dari Kabupaten Lombok Barat berterimakasih kepada Kementerian PU atas beroperasinya Bendungan Meninting.
- 1
- 2
- »





