Wijaya 80 Rilis "Lagu Kenangan", Terinspirasi Kisah Percintaan Ardhito Pramono

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Grup musik beraliran pop era 80-an, Wijaya 80, kembali merilis lagi terbaru mereka berjudul Lagu Kenangan. Lagu Kenangan ini menjadi rilisan non-kolaborasi pertama dari Wijaya 80 di tahun 2026, setelah sebelumnya merilis karya bersama Sal Priadi dan Arsy Widianto.

Di Lagu Kenangan ini, Wijaya 80 masih konsisten melanjutkan tradisi glorifikasi terhadap situasi patah hati. Lagu ini sendiri menjadi dekat lantaran diangkat langsung dari kisah percintaan yang dilalui salah seorang personelnya, yakni Ardhito Pramono.

"Diambil dari kisah gue sendiri sebenernya. Melihat mantan pasangan di sebuah bar, namun dengan orang lain. Ga ada opsi selain tetap tersenyum didepan mereka walaupun ditengah sedih dan haru," ujar Ardhito melalui pernyataan tertulisnya.

Lagu ini membawa sebuah pesan eksplisit tentang bagaimana minuman beralkohol tidak akan pernah menyelesaikan luka dalam hati.

"Waktu pindah bar dan mencoba minum sebanyak-banyaknya, nyatanya hal itu ga pernah jadi solusi patah hati," ucap Ardhito.

Menambahkan pernyataan Ardhito, Hezky Joe, mengungkap bahwa lagu ini berpesan bahwa segala upaya yang dilakukan seseorang untuk melupakan masa lalu itu bukanlah sebuah solusi.

"Jadi walaupun berjuta-juta yang kita keluarkan-entah untuk makanan, minuman, atau belanja, tergantung coping mechanism masing-masing-tetap tidak bisa menghapus kenangan yang pernah ada," tambah Hezky Joe.

Terinspirasi dari gaya penulisan lagu Jepang yang gamblang, Ardhito dan Hezky mempercayakan Erikson Jayanto sebagai produser tunggal dalam lagu ini. Sentuhan elemen musik khas balada Jepang juga turut membangun kesan lagu patah hati yang tegas namun tetap terasa sentimental.

Produksi musik yang dieksekusi oleh Erikson dilakukan di sebuah sudut apartemen dengan lanskap langit malam Ibukota, yang dideskripsikan Ardhito turut membangun nuansa dari rilisan kali ini.

Alunan gitar nilon tua pada bagian solo oleh Hezky seolah menggambarkan kesederhanaan produksi ‘Lagu Kenangan’ meski kesan akhir lagu disajikan dengan ritme pop-balada yang tegas.

Telah tersimpan lama dalam pengarsipan musik Wijaya 80, menurut Hezky Joe sebagai penulis lagu sekarang adalah waktu yang telat untuk merilis ‘Lagu Kenangan’. Secara linimasa, bulan Juni 2026 adalah tepat setahun sejak ‘Lagu Kenangan’ diperdengarkan kepada Wijayanto Wijayanti (sebutan fans Wijaya 80).

Di samping itu, Wijaya 80 juga memutuskan untuk merilis sebuah video klip yang diambil di Jepang pada tahun 2025. Dalam video klip itu, Ardhito Pramono bertindak sebagai pengarah dan penyunting video, sedangkan Dudhy Lisatrio menjadi kameramen.

Ditengah rintik hujan Kota Tokyo di malam hari, video klip yang diperankan seluruhnya oleh personel WIijaya 80 ini menampilkan Erikson Jayanto sebagai tokoh utama.

Proses pengambilan video dibuat sederhana dengan hanya bermodalkan sebuah kamera, dan merekam segala sudut kota dengan apa adanya. Tentunya dengan minim rekayasa latar dan suasana yang ada di sekitar.

Selain jadi rilisan teranyar dari Wijaya 80, ‘Lagu Kenangan’ sekaligus menjadi sebuah babak baru perjalanan Wijaya 80 menuju album yang rencananya akan mereka rilis tahun depan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bisnis Surya Pertamina NRE Tancap Gas di Filipina
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Ribuan Titik Panas Kepung Proyek Strategis Nasional di Papua Selatan
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Alexis Mac Allister Tegaskan Argentina Tanpa Beban Jelang Semifinal Piala Dunia 2026 Kontra Inggris
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pembunuh Ojol di Tangerang: Pusing Cari Biaya Nikah, Berujung Begal Motor Korban
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Wujudkan lingkungan ramah anak,HAN 2026 momentum penguatan Gernas RANA
• 7 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.