Kemenkes Sampaikan Duka Cita, Kasus Dokter PPDS Tewas di Siak Terus Dimonitor

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Riau (Unri), dr. Alex Cristo Loris, yang ditemukan tewas di area semak belukar di samping pagar luar RSUD Tengku Rafian, Siak, Riau, Selasa (14/7).

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan pihaknya masih memantau perkembangan kasus tersebut dan menunggu informasi lebih rinci dari rumah sakit maupun Universitas Riau.

“Sedang kami monitor. Kami masih nunggu info detail lebih jelas dari pihak RSUD atau Universitas Riau,” kata Aji saat dihubungi kumparan, Rabu (15/7).

Aji juga menyampaikan duka cita atas wafatnya dokter peserta PPDS tersebut.

“Tentu kami turut prihatin terhadap kejadian tersebut dan berduka cita atas wafatnya almarhum,” ujarnya.

Sekilas Kasus

Sebelumnya, seorang dokter peserta PPDS ditemukan meninggal dunia di area semak belukar yang berada di samping pagar luar RSUD Tengku Rafian Siak pada Selasa (14/7) sekitar pukul 11.30 WIB.

Korban diketahui bernama dr. Alex Cristo Loris (30), mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Riau yang tengah menjalani pendidikan sebagai dokter residen di RSUD Tengku Rafian sejak 1 Juli 2026.

Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Dr. Raja Kosmos, mengatakan korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Senin (13/7) sore. Istri korban yang juga seorang dokter sempat berupaya menghubungi telepon genggam korban, namun nomor tersebut sudah tidak dapat dihubungi.

Pencarian kemudian dilakukan dengan menelusuri rekaman CCTV rumah sakit. Rekaman memperlihatkan korban berjalan seorang diri keluar dari kawasan rumah sakit melalui Pos Security II menuju Jalan Raja Kecik.

Berbekal petunjuk tersebut, petugas keamanan menyisir area sekitar rumah sakit hingga akhirnya menemukan korban dalam kondisi terlentang dan telah meninggal dunia di semak belukar, sekitar lima meter dari pagar pembatas rumah sakit.

Polisi yang datang ke lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti. Di lokasi ditemukan tas milik korban yang berisi alat medis, dompet, telepon genggam, kartu identitas RSUD Tengku Rafian, serta ampul dan alat suntik.

Menurut Raja Kosmos, seluruh barang pribadi korban masih lengkap sehingga tidak ditemukan indikasi kehilangan barang.

Polisi juga menyatakan sementara ini belum menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk menjalani autopsi.

Hingga kini, Satreskrim Polres Siak masih menyelidiki penyebab pasti kematian dr. Alex dengan memeriksa para saksi dan menunggu hasil autopsi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Malam Panjang Membongkar JPO Tendean yang Ditabrak Truk Pengangkut Alat Berat
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Luis de la Fuente Yakin Spanyol Capai Puncak Performa Jelang Final Piala Dunia 2026
• 6 jam lalupantau.com
thumb
BPOM dan KPK Perkuat Integritas Pegawai Lewat Bintalnas untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Menlu Sugiono Kenang Sheikh Hamad sebagai Pemimpin Visioner
• 4 jam laludisway.id
thumb
Fakta Baru Terungkap, Pelaku Curat dan Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang Ternyata Sempat Ingin Bunuh Diri
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.