Terduga Pelaku Bom Rakitan di MAN 3 Padang Sudah Lama Minta Pindah Sekolah

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

R, siswa MAN 3 Padang yang membawa dan meledakkan bom rakitan di sekolah kini menjalani rehabilitasi di Bapelkes Padang. Ia dalam pengawasan Kesbangpol Sumatera Barat dan pihak kepolisian.

Hasil pemeriksaan Densus 88 Antiteror Polri terhadap orang tua R, ternyata keinginan untuk pindah sekolah telah lama disampaikan. Diduga, karena R sering menjadi korban perundungan.

"Dia minta ke orang tua untuk pindah sekolah, orang tuanya bilang tetap saja sekolah di MAN 3 Padang saja, kan baru satu tahun. Permintaan pindah sekolah itu disampaikan ketika anak ini masih kelas XI," ujar Kepala Kantor Kemenag Kota Padang, Yasril, Rabu (15/7).

Yasril tidak merincikan alasan R meminta pindah sekolah ke orang tuanya. Hanya saja, disebutkan karena suatu masalah.

"Alasan minta pindah ada kendala di sekolah ini, sudah minta ke ibunya, tapi persoalan tidak dikasih tahu ke kami. Jadi minta pindah sekolah ini tahunya setelah densus menginterogasi orang tuanya," ungkapnya.

Jamin Hak Pendidikan

Yasril memastikan hak pendidikan terhadap R tetap dijamin. R kini mengikuti proses kegiatan belajar mengajar di MAN 2 Padang.

R dititip belajar di MAN 2 Padang karena lokasi sekolah tersebut berdekatan dengan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) serta Polresta Padang.

"Anak ini berada di Bapelkes, kami menjamin hak pendidikannya dengan menitipkan belajarnya di MAN 2 Padang," jelasnya.

Pasca-kejadian ini, Yasril mengungkapkan, Kemenag Kota Padang telah memerintahkan kepada guru BK di MAN 3 Padang untuk mendampingi psikologi seluruh siswa. Ia memastikan, untuk seluruh siswa tidak ada yang trauma.

"Anak-anak lain tidak ada trauma setelah kejadian ini. Tadi pukul 06.30 WIB, seluruh siswa mengikuti kegiatan senam dan dilanjutkan sosialisasi serta pembinaan," ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif R melakukan aksinya adalah dendam akibat menjadi korban perundungan sejak kelas IX. Polisi turut menemukan sebuah ketapel, kelereng, serta bahan yang diduga merupakan bom rakitan dalam tas pelaku.

Dari keterangan polisi, R belajar merakit bom tersebut dari sebuah grup pembuat bom di internet. Ia juga terinspirasi kejadian SMAN 72 Jakarta. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Video Viral Dugaan Pelecehan Seksual di ICU RSUD Martapura Disanggah, Suami Pasien Soroti Alibi Nakes hingga CCTV
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Spanyol Bungkam Prancis, De la Fuente: Di Hadapan Tim Terbaik Dunia, Kami yang Terbaik
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Kuasa Hukum Pertanyakan Bukti Video yang Jadi Dasar Vonis Nikita Mirzani
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Benjamin Netanyahu Masuk Daftar Buronan Interpol
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Kepulauan Sangihe Diguncang Gempa Magnitudo 6,2
• 12 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.