Menkop Buka Suara Soal Koperasi Merah Putih Melawai Hanya Untung Rp78 Ribu dalam Enam Bulan

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Menkop buka suara terkait Koperasi Merah Putih di Melawai, Jaksel yang menjadi sorotan lantaran hanya mencatat keuntungan sekitar Rp78 ribu dalam enam bulan.

Menkop Buka Suara Soal Koperasi Merah Putih Melawai Hanya Untung Rp78 Ribu dalam Enam Bulan. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, buka suara terkait Koperasi Merah Putih di Melawai, Jakarta Selatan yang menjadi sorotan lantaran hanya mencatat keuntungan sekitar Rp78 ribu dalam enam bulan.

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (15/7/2026), Ferry menjelaskan bahwa Koperasi Melawai memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sehingga tidak bisa disamakan dari sisi model bisnis maupun kelayakan usahanya.

Baca Juga:
Prabowo Panggil Menteri hingga Kepala Lembaga ke Istana Bahas Kopdes Merah Putih

"Itu memang Koperasi Kelurahan Merah Putih di Melawai yang itu didirikan secara mandiri oleh pengurus, dan memang kami belum masuk ke kelurahan, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta," katanya.

Ia menjelaskan koperasi yang berada di wilayah perkotaan membutuhkan pendekatan bisnis yang berbeda dengan koperasi di pedesaan.

Baca Juga:
15.845 Kopdes Merah Putih Tuntas Dibangun, Target 35 Ribu Gerai Beroperasi Agustus 2026

"Karena itu tentu akan berkaitan dengan model bisnis dan feasibility study yang sangat bisa jadi berbeda sama sekali dengan model bisnis dan feasibility study yang ada di koperasi-koperasi yang berkarakter desa dan kelurahan yang di tidak di kota besar gitu, sehingga memang ada perbedaan," lanjutnya.

Menkop menyebut, Kementerian Koperasi (Kemenkop) berencana menyusun prototipe khusus bagi Koperasi Kelurahan Merah Putih di kota-kota besar agar lebih sesuai dengan kondisi dan potensi ekonomi perkotaan.

Baca Juga:
Purbaya Buka Suara Soal Pengadaan Anggaran Mobil Pikap Kopdes Merah Putih

"Tapi dalam waktu dekat kami akan apa membangun prototype yang khusus untuk di kelurahan di kota-kota besar dengan model bisnis dan feasibility study yang berbeda," ujar Ferry.

Menurutnya, pemerintah masih memprioritaskan pembangunan kelembagaan dan infrastruktur koperasi di wilayah pedesaan.

"Tapi kami memang kemarin prioritas pertamanya adalah membangun badan hukum dan bangunan fisik gudang gerai kelengkapannya di desa-desa dengan prototype luas tanah yang memang apa kita tentukan," tuturnya.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kepala Kemenag DIY Sebut Sudah Laporkan 11 Gratifikasi, Ceritanya Viral di FB
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Konservasi Unik di Taiwan, Jalan Ditutup Demi Migrasi Kepiting Bakau
• 21 jam laludetik.com
thumb
Foto: Kemarau Keringkan Waduk Utama, Filipina Dibayangi Krisis Air
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Israel bangun 12.000 Rumah di Tepi Barat, Hamas Mengecam
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Berhasil Pangkas Masa Tunggu Haji dari 40 Tahun Jadi 26 Tahun
• 6 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.