Taktik Asuransi Jiwa Jaga Pertumbuhan Premi pada Semester II/2026

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Industri asuransi jiwa kembali menunjukkan kinerja yang baik pada Mei 2026, tercermin dari pendapatan premi yang mampu tumbuh dalam dua bulan berturut secara tahunan. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pada lima bulan pertama di 2026 premi asuransi jiwa tumbuh 5,87% (year on year/YoY) menjadi sebesar Rp76,79 triliun. Sebelumnya, per Maret 2026 premi terkontraksi 0,14% (YoY) menjadi Rp47,12 triliun. Kemudian pada April 2026, kembali meningkat 3,28% (YoY) menjadi Rp62,58 triliun.

PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) berpandangan perbaikan pertumbuhan premi industri asuransi jiwa tersebut didorong oleh beberapa faktor. Pertama, semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan finansial sebagai bagian dari perencanaan keuangan. 

Kedua, semakin kuatnya kolaborasi antara perusahaan asuransi dengan perbankan dan berbagai institusi keuangan yang memperluas jangkauan distribusi produk kepada masyarakat,” ucap Direktur Utama Ciputra Life Hengky Djojosantoso kepada Bisnis, Selasa (14/7/2026).

Di samping itu, perusahaan asuransi juga terus memanfaatkan inovasi produk dan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada nasabah.

Tren positif di industri juga tercermin pada kinerja perusahaan hingga Juni 2026, yang membukukan pendapatan premi sebesar Rp387 miliar, meningkat 53% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga

  • Outlook Asuransi Syariah 2026 Masih Cerah, Meski Kontribusi Terus Tergerus
  • Iuran Program Penjaminan Polis (PPP) sesuai Tingkat Risiko Perusahaan Asuransi, Ini Saran Pengamat
  • Kasus Febrie Adriansyah Terkait Asabri, Bagaimana Kondisi Keuangan Terbaru Asuransi Tentara?

“Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh kinerja yang sangat baik pada lini Asuransi Jiwa Kredit dan Asuransi Kesehatan Kumpulan, seiring dengan semakin kuatnya kolaborasi bersama para mitra bisnis serta keberhasilan kami menghadirkan solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” jelasnya.

Ciputra Life memandang industri asuransi jiwa memiliki prospek yang cukup positif hingga akhir 2026. Bahkan, target pertumbuhan premi asuransi jiwa sebesar 3%—6% yang dicanangkan OJK dinilai realistis dengan mempertimbangkan berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi.

“Bagi Ciputra Life, kami optimistis dapat membukukan pertumbuhan premi double digit pada tahun 2026. Optimisme tersebut didukung oleh penguatan kerja sama dengan mitra distribusi, pengembangan solusi perlindungan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta prospek pertumbuhan positif pada lini Asuransi Jiwa Kredit dan Corporate Solutions,” ungkap Hengky.

Namun, tegasnya, Ciputra Life tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan semata, tetapi juga pada kualitas pertumbuhan itu sendiri. Sebab itu, perusahaan akan mengedepankan prinsip kehati-hatian, kedisiplinan dalam manajemen risiko, serta menjaga kesehatan keuangan perusahaan.

“Agar pertumbuhan yang dicapai dapat berlangsung secara sehat, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” sebut Hengky.

Cara Jaga Pertumbuhan Premi pada Semester II/2026

Lebih jauh, Hengky turut membeberkan pada semester II/2026, fokus utama Ciputra Life adalah menjaga pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan. Untuk terus dapat menjaga pertumbuhan premi, pihaknya akan terus memperkuat portofolio bisnis yang telah menjadi keunggulan perusahaan.

Kemudian, memperluas kerja sama dengan mitra distribusi, baik melalui pengembangan kemitraan baru maupun optimalisasi kolaborasi dengan lebih dari 20 bank, perusahaan multifinance, dan institusi keuangan lainnya yang telah menjadi mitra Ciputra Life.

“Selain memperluas distribusi, kami juga akan terus menghadirkan inovasi produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah, serta meningkatkan pengalaman nasabah melalui pemanfaatan teknologi digital agar proses pelayanan menjadi semakin mudah, cepat, dan efisien,” ungkapnya.

Di sisi lain, perusahaan tetap mencermati berbagai tantangan yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan industri, seperti dinamika geopolitik global, volatilitas nilai tukar, tekanan inflasi, arah kebijakan suku bunga, serta kondisi daya beli masyarakat.

“Oleh karena itu, kami akan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian [prudent] dalam mengelola bisnis agar pertumbuhan yang dicapai tetap sehat dan berkelanjutan,” kata Hengky.

Sementara itu, PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) akan terus memperkuat sinergi dengan BCA Group melalui inovasi produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk menjaga kinerjanya.

“Kemudian, memperkuat kanal distribusi, mengakselerasi transformasi digital, serta meningkatkan literasi keuangan dan asuransi agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang memperoleh perlindungan yang optimal,” tutur Presiden Direktur & Chief Executive Officer (CEO) BCA Life Eva Agrayani dalam keterangan tertulis, dikutip pada Rabu (15/7/2026).

Adapun, anak perusahaan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) ini membukukan pendapatan premi Rp1,38 triliun pada semester I/2026. Nilai ini tumbuh 36,14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan ini mencerminkan konsistensi Perseroan dalam memperkuat kinerja bisnis sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan solusi perlindungan jiwa dan kesehatan yang semakin relevan,” ucap Eva.

Eva mengklaim fundamental keuangan Perseroan juga semakin solid. Hal ini ditujukan dari total aset yang mencapai Rp5,44 triliun, tumbuh 34,67% (YoY) pada enam bulan pertama di 2026 ini.

Sejalan dengan itu, nilai investasi turut tumbuh 38,32% (YoY) menjadi Rp5,01 triliun. Dari sisi profitabilitas, BCA Life meraup laba setelah pajak sebesar Rp53,68 miliar atau meningkat 53,75% (YoY).

“Seiring dengan pertumbuhan bisnis tersebut, BCA Life juga terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan kepada nasabah dengan membayarkan Klaim dan Manfaat sebesar Rp277,38 miliar, meningkat 26,76% dibandingkan Semester I 2025,” tutur Eva.

Lebih lanjut, dia berujar kondisi keuangan Perseroan tetap terjaga dengan tingkat solvabilitas (risk based capital/RBC) sebesar 416,14%, atau lebih dari tiga kali di atas ketentuan minimum regulator sebesar 120%. 

Outlook Pertumbuhan Premi Asuransi Jiwa pada 2026

Sementara itu, pengamat asuransi Wahyudin Rahman optimistis target pertumbuhan premi sebesar 3%—6% pada 2026 masih realistis untuk dicapai. Terlebih, ada momentum pertumbuhan premi asuransi jiwa selama dua bulan berturut-turut yang menjadi sinyal positif.

“Namun, keberlanjutannya tetap bergantung pada kondisi ekonomi, daya beli masyarakat, dan kemampuan industri menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, kualitas underwriting, serta kesehatan keuangan perusahaan,” ucapnya kepada Bisnis, Rabu (15/7/2026).

Untuk tetap dapat menjaga pertumbuhan premi pada semester II/2026, Wahyudin menyarankan perusahaan asuransi untuk fokus pada produk yang sesuai kebutuhan masyarakat, memperkuat kanal digital dan bancassurance, serta menjaga persistensi polis dan kualitas layanan. 

Menurutnya, hal yang perlu diwaspadai adalah perlambatan daya beli masyarakat, kenaikan beban klaim khususnya kesehatan, serta menjaga disiplin underwriting agar pertumbuhan premi tetap diikuti profitabilitas.

Sependapat, OJK optimistis kinerja pendapatan premi industri asuransi akan tumbuh secara stabil dan terukur pada 2026. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan optimistis tersebut sejalan dengan kondisi perekonomian dan upaya penguatan industri. 

Sebab itu, dia menyarankan beberapa hal yang bisa dilakukan perusahaan asuransi untuk mendorong pertumbuhan premi yang berkelanjutan, dengan terus memperkuat fundamental bisnisnya. 

“Melalui peningkatan kualitas dan relevansi produk, penguatan tata kelola dan manajemen risiko, serta pengembangan produk yang selaras dengan kebutuhan perlindungan masyarakat,” katanya dalam lembar jawaban RDK Desember 2025.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wijaya 80 Rilis "Lagu Kenangan", Terinspirasi Kisah Percintaan Ardhito Pramono
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Selat Hormuz dan Bargaining Geopolitik di Timur Tengah
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
BMKG Prakirakan Seluruh Wilayah Jakarta Diselimuti Awan pada Rabu
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Geger! Pria di Nganjuk Ditemukan Tewas Terkubur di Halaman Rumah, Diduga Korban Pembunuhan
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
PBB: Konflik AS-Iran jadi kemunduran besar bagi perdamaian dunia
• 14 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.