Pelabuhan Berbasis Green dan Smart Port Jadi Kunci Efisiensi Logistik Pangan Nasional

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Gresik: Transformasi pelabuhan menuju konsep Green and Smart Port dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat sistem logistik pangan nasional. Pengelolaan pelabuhan yang mengedepankan digitalisasi, efisiensi energi, keselamatan, dan keberlanjutan diyakini mampu memperlancar distribusi bahan baku maupun komoditas pangan ke berbagai wilayah Indonesia.
 
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi. Infrastruktur logistik, khususnya pelabuhan, memiliki peran strategis dalam memastikan pasokan pangan dapat menjangkau seluruh daerah secara efektif dan efisien.
 
"Pelabuhan adalah simpul strategis yang menghubungkan produksi, distribusi, hingga ketersediaan pangan di seluruh Indonesia. Karena itu, transformasi pelabuhan menuju ekosistem yang hijau dan cerdas bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan," ujar Zulhas dalam kegiatan Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026 di Dermaga C Petrokimia Gresik, Gresik, Selasa (15/7).

Menurut dia, penerapan Green and Smart Port menjadi langkah penting untuk menciptakan sistem logistik yang lebih modern sekaligus ramah lingkungan. Pemerintah juga berkomitmen terus menyempurnakan implementasi program tersebut melalui penguatan instrumen penilaian, peningkatan aspek Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), serta memperluas partisipasi pelabuhan di berbagai daerah.
 
Dalam kesempatan itu, Zulhas bersama sejumlah menteri meninjau berbagai fasilitas pelabuhan yang menerapkan prinsip keberlanjutan, mulai dari digitalisasi layanan, peningkatan keselamatan kerja, efisiensi operasional, hingga pengelolaan lingkungan.
 
Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan pelabuhan memiliki fungsi vital dalam menjaga kelancaran rantai pasok industri pupuk nasional. Infrastruktur kepelabuhanan menjadi pintu masuk bahan baku sekaligus jalur distribusi pupuk ke berbagai daerah yang berperan mendukung produktivitas sektor pertanian.
 
Karena itu, lanjut Daconi, perusahaan terus memperkuat transformasi pelabuhan melalui penerapan teknologi digital, peningkatan standar keselamatan, efisiensi layanan, dan inovasi berkelanjutan agar mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus mendukung sistem logistik pangan nasional.
 
Upaya tersebut turut tercermin dalam hasil asesmen Green and Smart Port yang menunjukkan peningkatan kinerja Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Petrokimia Gresik. Berdasarkan Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023, terminal tersebut memperoleh nilai 94 persen, meningkat dari 82 persen pada 2022. Penilaian dilakukan berdasarkan aspek tata kelola, efisiensi energi, digitalisasi operasional, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan.
 
Penerapan konsep Green and Smart Port diharapkan menjadi model pengelolaan pelabuhan nasional yang mampu meningkatkan efisiensi logistik, memperkuat daya saing industri, sekaligus mendukung target pemerintah dalam membangun sistem ketahanan pangan yang tangguh dan berkelanjutan.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wali Kota Pekanbaru Yakin Argentina Melenggang ke Final Piala Dunia 2026
• 22 menit lalumetrotvnews.com
thumb
BPDP tampilkan inovasi sawit untuk pangan-energi di ajang Perisai 2026
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Pemerintah Perkuat Dialog dan Mitigasi PHK untuk Melindungi Pekerja
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Istana Percepat Penunjukan Jampidsus Baru, Keppres Ditargetkan Terbit Pekan Ini
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Tarif Listrik per kWh 16-19 Juli 2026 Tetap, Berikut Daftar Lengkap Seluruh Golongan
• 6 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.