Hindari Tidurkan Bayi Pakai Bantal dan Selimut, Bisa Picu Kematian!

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Menidurkan bayi pakai bantal dan selimut mungkin masih menjadi kebiasaan yang dilakukan sebagian orang tua, karena dianggap lebih nyaman dan hangat.

Padahal, para ahli justru mengingatkan bahwa bantal dan selimut tidak dianjurkan digunakan pada bayi berusia di bawah 1 tahun karena dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan hingga kematian saat tidur, Moms.

Dalam panduan terkait keamanan tidur bayi, American Academy of Pediatrics (AAP) menyebutkan bahwa lingkungan tidur sebaiknya dibuat sesederhana mungkin agar risiko kecelakaan saat tidur dapat diminimalkan.

Kenapa Bantal dan Selimut Berbahaya untuk Bayi?

Berikut beberapa alasan mengapa bayi di bawah usia 1 tahun sebaiknya tidak tidur menggunakan bantal maupun selimut.

1. Dapat menutup jalan napas bayi

Bantal atau selimut bisa bergeser dan menutupi hidung maupun mulut bayi. Jika hal ini terjadi, bayi dapat mengalami kesulitan bernapas.

Bayi, terutama yang masih berusia beberapa bulan, belum memiliki kekuatan otot leher yang cukup untuk mengangkat atau memutar kepalanya saat jalan napasnya terhalang. Kondisi ini membuat mereka lebih rentan mengalami kekurangan oksigen.

2. Meningkatkan risiko mati lemas (suffocation)

Permukaan yang empuk, termasuk bantal dan selimut tebal, dapat meningkatkan risiko bayi mengalami mati lemas saat tidur.

Jika wajah bayi terbenam ke permukaan yang empuk atau tubuhnya tertutup selimut, ia mungkin belum mampu melepaskan diri atau mengubah posisi secara mandiri. Karena itu, para ahli menyarankan agar area tidur bayi bebas dari benda-benda yang tidak diperlukan.

3. Berkaitan dengan peningkatan risiko SIDS

AAP juga menyebutkan bahwa keberadaan benda empuk di tempat tidur bayi, seperti bantal, selimut, guling, bumper boks, maupun boneka, dikaitkan dengan meningkatnya risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau sindrom kematian bayi mendadak.

SIDS merupakan kematian mendadak pada bayi yang umumnya terjadi saat tidur dan penyebab pastinya belum diketahui. Meski demikian, penelitian menunjukkan bahwa menerapkan praktik tidur yang aman dapat membantu menurunkan risikonya.

  1. Membuat bayi kepanasan

Mengutip The Health Site, sebagian besar bantal bayi memiliki sarung menarik yang biasanya terbuat dari polyester atau kain selain katun. Ini bisa meningkatkan panas di bawah kepala dan menyebabkan fluktuasi suhu di tubuh bayi.

Bagaimana Cara Tidur yang Aman untuk Bayi?

Untuk mengurangi risiko kematian terkait tidur, AAP merekomendasikan beberapa langkah berikut:

- Selalu tidurkan bayi dalam posisi telentang, baik saat tidur siang maupun malam.

- Gunakan kasur yang rata, kokoh, dan pas dengan ukuran tempat tidur bayi.

- Jangan meletakkan bantal, selimut, guling, bumper box, atau boneka di area tidur bayi.

- Bila khawatir bayi kedinginan, gunakan pakaian tidur yang sesuai atau sleep sack (kantong tidur bayi) sebagai pengganti selimut.

- bayi tidur di tempat tidurnya sendiri yang berada di kamar yang sama dengan orang tua, setidaknya selama 6 bulan pertama.

Dengan menerapkan lingkungan tidur yang aman, orang tua dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan saat tidur dan mendukung kualitas istirahat bayi dengan lebih optimal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
UNAND Kembangkan Pangan Fungsional Berbasis Komoditas Lokal untuk Dukung Kesehatan Masyarakat
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Jonatan Christie Tersingkir di Babak Pertama Japan Open 2026 Usai Kalah dari Panitchapon Teeraratsakul
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Klaim Trump Bahwa Mojtaba Khamenei Sudah Tiada
• 14 jam laludetik.com
thumb
Tetapkan Harga BBM Khusus Kapal 30-200 GT Rp15 Ribu, KKP: Produktivitas dan Daya Saing Perikanan
• 11 jam laludisway.id
thumb
Hidup Febrie Adriansyah Setelah 3 Hari Jadi Tersangka
• 14 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.