Bisnis.com, BANDUNG - Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman turun langsung ke SMA Negeri 3 Bandung untuk memantau pelaksanaan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026.
Kehadiran Herman merupakan bagian dari penugasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kepada seluruh pejabat pimpinan tinggi dan administrator Pemprov Jabar agar terjun langsung ke sekolah-sekolah.
Herman mengatakan, sebanyak 424 pejabat ditugaskan mengunjungi 424 SMA dan SMK Negeri di Jawa Barat pada hari pertama MPLS.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar pemerintah dapat berinteraksi langsung dengan para peserta didik baru yang diproyeksikan menjadi generasi penerus bangsa.
"Pak Gubernur menugaskan kami semua turun ke lapangan. Hari ini gedung-gedung pemerintahan saatnya kosong, karena seluruh pejabat hadir langsung di sekolah untuk berinteraksi dengan anak-anak kita, calon pemimpin masa depan," kata Herman.
Di SMA Negeri 3 Bandung, Herman secara resmi membuka MPLS Pancawaluya 2026. Ia menegaskan, masa pengenalan lingkungan sekolah selama lima hari harus dimanfaatkan secara optimal agar siswa mampu mengenal lingkungan belajar, guru, teman, hingga budaya sekolah.
Baca Juga
- Bacakan Amanat KDM, Dedi Supandi Tekankan MPLS Bukan Sekadar Hari Pertama Sekolah
- Nindya Karya Tuntaskan Proyek Sekolah Rakyat Tahap II Jelang MPLS
- Kronologi Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jakarta saat Hari Pertama MPLS
Menurutnya, MPLS bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momen penting untuk membangun kesiapan mental siswa dalam mengikuti proses pendidikan selama tiga tahun ke depan.
"Memang hanya lima hari, tetapi ini bisa menjadi magic moment agar anak-anak mengenal dirinya, mengenal guru, teman, serta lingkungan sekolah sehingga siap mengikuti proses pembelajaran secara efektif," ujarnya.
Pihaknya juga menyampaikan pesan utama Gubernur Dedi Mulyadi agar seluruh warga sekolah tidak hanya mengenal nilai-nilai Pancawaluya, tetapi juga memahami dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengingatkan pelaksanaan MPLS harus berlangsung aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan, perpeloncoan, maupun intoleransi. Seluruh panitia, guru, hingga aparat kepolisian diminta ikut memastikan kegiatan berjalan sesuai pedoman.
Dalam dialog bersama siswa baru, Herman turut memberikan motivasi agar para pelajar berani memiliki cita-cita besar.
Saat berbincang dengan seorang siswa yang bercita-cita melanjutkan pendidikan psikologi di University of Toronto, Herman menyebut pemerintah akan mendukung siswa berprestasi melalui berbagai program beasiswa, termasuk Beasiswa Garuda dan LPDP.
"Kalian semua punya peluang mendapatkan beasiswa. Persiapkan diri sebaik mungkin, nanti akan ada pendampingan agar bisa bersaing dan meraih kesempatan belajar sampai ke luar negeri," katanya.
Selain itu, dia mengajak para siswa aktif mengikuti kegiatan kepramukaan sebagai sarana membangun karakter, kepemimpinan, serta kemampuan sosial yang dibutuhkan di masa depan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjadi pribadi yang kuat secara karakter dengan mengamalkan nilai-nilai Pancawaluya, yakni menjadi generasi yang sehat, baik, benar, cerdas, dan tangguh.
Menutup arahannya, Herman menyampaikan salam dari Gubernur Dedi Mulyadi kepada seluruh peserta MPLS. Ia optimistis para siswa yang mengikuti MPLS tahun ini akan menjadi bagian dari generasi emas Indonesia pada 2045.
"Selamat mengikuti MPLS. Belajar dengan sungguh-sungguh, bangun karakter, dan persiapkan diri. Insya Allah kalian adalah calon-calon pemimpin masa depan Indonesia," ujar Herman.





