Pantau - Korps Marinir TNI Angkatan Laut memastikan dua tank amfibi BMP-3F siap dioperasikan setelah menjalani sertifikasi berkala di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu, 15 Juli 2026.
Sertifikasi dilakukan oleh Batalyon Tank Amfibi 1 Marinir untuk memastikan kendaraan tempur tetap berada dalam kondisi optimal dan siap digunakan dalam mendukung pelaksanaan tugas Korps Marinir.
Pemeriksaan Menyeluruh Kendaraan TempurRangkaian sertifikasi diawali dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi fisik dan teknis kendaraan tempur.
Pemeriksaan meliputi kondisi mesin, bodi kendaraan tempur, sistem kelistrikan termasuk aki, kondisi rantai, serta sistem kendali senjata.
"Rangkaian kegiatan sertifikasi diawali dengan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi fisik dan teknis ranpur meliputi kondisi mesin, bodi ranpur, sistem kelistrikan (aki), rantai, serta sistem kendali senjata," ungkapnya.
Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan seluruh komponen vital kendaraan tempur berfungsi secara optimal.
Kendaraan tempur wajib memenuhi seluruh persyaratan pada pemeriksaan awal sebelum melanjutkan ke tahap pengujian berikutnya.
Uji Arung Menentukan Kelayakan OperasionalSetelah lolos pemeriksaan awal, kedua tank amfibi BMP-3F menjalani uji arung untuk menguji kemampuan kendaraan saat beroperasi di air.
Pengujian dilakukan untuk mengukur kemampuan daya apung, tingkat stabilitas, serta keandalan sistem propeler kendaraan tempur saat berada di medan perairan sesuai karakter tempur amfibi Korps Marinir.
"Uji kemampuan mengemudi di air ini untuk mengukur kemampuan daya apung, stabilitas, serta keandalan sistem propeler ranpur saat beroperasi di medan perairan sesuai karakter tempur amfibi yang menjadi ciri khas Korps Marinir," ungkapnya.
Seluruh tahapan pengujian dilaksanakan sesuai prosedur keselamatan yang berlaku.
Hasil sertifikasi menyatakan kedua kendaraan tempur amfibi BMP-3F layak dioperasikan.
Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel Marinir Rana Karyana menegaskan sertifikasi berkala akan terus dilaksanakan untuk memastikan seluruh alat utama sistem senjata Korps Marinir selalu berada dalam kondisi siap digunakan guna mendukung pelaksanaan tugas.




