SIAK, iNews.id - Alex Kristo Lotis, dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi yang ditemukan tewas di semak-semak samping RSUD Tengku Rafian Siak, ternyata baru sekitar 2 minggu menjalani penugasan di rumah sakit tersebut. Dokter PPDS Universitas Riau (Unri) itu mulai bertugas sejak 1 Juli 2026.
Jasad Alex ditemukan dalam posisi telentang di area semak-semak tepat di samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Penemuan tersebut menggegerkan pegawai rumah sakit dan warga sekitar.
Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos Parmulais mengatakan, petugas langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Tadi kami dapat laporan masyarakat ditemukan sosok mayat di samping pagar RSUD. Setelah kami cek ditemukan identitas mayat yakni Alex Kristo Lotis,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Berdasarkan hasil identifikasi, Alex merupakan dokter PPDS Anestesi dari Universitas Riau. Dia sedang menjalani pendidikan sekaligus penugasan di RSUD Tengku Rafian Siak.
Baca Juga:Mayat Perempuan Membusuk Ditemukan di Selokan Pinggir Jalan Arteri Weleri KendalAlex diketahui mulai ditempatkan di rumah sakit tersebut pada 1 Juli 2026. Artinya, dia baru sekitar dua pekan menjalani penugasan sebelum ditemukan meninggal dunia.
“Beliau ditugaskan di sini (RSUD Tengku Rafian Siak) dalam rangka belajar sejak 1 Juli lalu dari Universitas Riau,” katanya.
Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian rapi berupa kemeja biru muda dan celana panjang. Tas serta sejumlah barang pribadi milik Alex juga berada di sekitar lokasi.
Polisi kemudian memasang garis pengaman dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah saksi dimintai keterangan untuk menelusuri aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan barang-barang pribadi korban masih lengkap. Ponsel Alex juga ditemukan berada di dalam tas. Polisi sejauh ini belum menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh dokter PPDS tersebut.
“Dari olah TKP kami temukan barang- barang milik korban masih ada, handphone ada di tas. Kemudian dari olah TKP belum ditemukan ada tanda-tanda kekerasan,” katanya.
Baca Juga:Ketua DPW Partai Perindo Sulsel Abdul Hayat Gani, dari Birokrasi ke Politik yang MelayaniMeski demikian, penyidik belum dapat menyimpulkan penyebab kematian Alex. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan forensik untuk memastikan kondisi korban. Jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani autopsi.
“Jenazah sudah kami kirim ke RS Bhayangkara untuk autopsi,” katanya.
Penyelidikan masih berlangsung dengan mengumpulkan barang bukti dan keterangan para saksi. Hasil autopsi nantinya menjadi dasar bagi polisi untuk mengungkap penyebab kematian Alex Kristo Lotis serta menentukan langkah penyelidikan berikutnya.
#regional




