KP2MI libatkan 11 kementerian siapkan pelatihan SDM berdaya saing

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melibatkan 11 kementerian untuk menyiapkan pelatihan sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing global guna menyukseskan program SMK Go Global.

"Kami ingin menyatukan langkah lintas sektor untuk melatih calon pekerja migran Indonesia yang kompeten serta siap ditempatkan di pasar kerja internasional," kata Wakil Menteri P2MI Christina Aryani, dalam sebuah pernyataan, Jakarta, Rabu.

Pernyataan itu dia sampaikan seusai memimpin rapat koordinasi teknis persiapan Program SMK Go Global bersama perwakilan 11 kementerian yang memiliki lembaga vokasi di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Rabu.

Adapun 11 kementerian itu di antaranya adalah Kementerian Perhubungan, Kelautan dan Perikanan (KKP), Kemdiktisaintek, Kementerian Pariwisata, Kemendikdasmen, dan Kementerian Perindustrian.

Christina menegaskan bahwa Program SMK Go Global merupakan program pemerintah untuk menempatkan 500 ribu pekerja migran Indonesia secara bertahap pada periode 2026–2029.

Dia mengatakan SMK Go Global itu memastikan setiap peserta yang telah mengikuti pembekalan pelatihan untuk dapat bekerja di luar negeri sesuai kebutuhan pasar.

"Karena itu seluruh proses, mulai dari seleksi peserta, pelatihan, sertifikasi hingga penempatan harus dirancang dengan seksama sesuai output yang diharapkan," katanya.

Dalam pertemuan itu, Wamen Christina juga ingin agar kelas-kelas vokasi yang sudah ada di 11 kementerian dapat menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan pasar global.

Dia juga meminta kementerian yang memiliki lembaga vokasi dapat menyiapkan data alumni dan membantu penyebaran informasi, guna menyukseskan Program SMK Go Global.

"Sinergi kementerian dan lembaga menjadi pendukung agar Indonesia mampu menghasilkan pekerja migran yang kompeten, tersertifikasi, dan siap bersaing di pasar kerja internasional," kata Christina.

Tahun ini, Program SMK Go Global akan dimulai pada pertengahan Juli hingga Desember dengan target 40 ribu calon pekerja migran.

Sasaran program tersebut terdiri atas alumni SMK dan masyarakat umum yang telah memiliki kompetensi dasar sehingga dapat dipersiapkan dalam waktu singkat dengan tambahan kompetensi lanjutan sesuai kebutuhan negara tujuan penempatan, termasuk penguasaan bahasa asing dan sertifikasi.

Christina menyebut penetapan target peserta dilakukan berdasarkan kebutuhan riil pasar kerja yang telah terverifikasi melalui Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SiskoP2MI) dan perwakilan Republik Indonesia di lebih dari 130 negara.

Untuk mencapai target 40 ribu peserta pada 2026 dibutuhkan sekitar 2 ribu kelas pelatihan dengan kapasitas masing-masing 20 peserta.

Program itu mencakup delapan sektor prioritas dengan 31 jenis jabatan, seperti kesehatan, hospitality, manufaktur, transportasi, pertanian, konstruksi hingga pengolahan logam.

Selain memastikan kesiapan kompetensi peserta, Wamen P2MI mengingatkan bahwa tantangan terbesar tetap berada pada tahap akhir, yakni proses rekrutmen oleh pengguna di negara tujuan.

"Oleh karena itu, seluruh proses pembinaan harus mampu menghasilkan calon pekerja migran yang tidak hanya memenuhi standar kompetensi dan bahasa, tetapi juga memiliki karakter serta kesiapan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pemberi kerja di luar negeri," demikian kata Wamen P2MI Christina Aryani.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Atlanta Membiru, Suporter Argentina Padati Kota Jelang Semifinal
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Yasamin Jasem Beberkan Pengalaman yang Membuatnya Lebih Percaya Santet
• 19 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Menag Maju Ketum PBNU, Gus Ipul: Aturan Rangkap Jabatan Diputus Muktamirin
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Timnas Indonesia Tak Dianggap! Pelatih Thailand Blak-blakan Pilih Vietnam Jadi Juara Piala AFF 2026
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Kata-kata Pelatih hingga Pemain Spanyol Usai Mengalahkan Prancis
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.