HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mengambil langkah strategis dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah nasional dengan menyerahkan bantuan beasiswa senilai Rp250 juta kepada Universitas Hasanuddin (Unhas) sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia industri dan akademik. Penyerahan ini bertujuan memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa berprestasi dan mempersiapkan talenta unggul yang mampu menjawab tantangan serta kebutuhan ekonomi syariah yang terus berkembang di Indonesia.
Penyerahan beasiswa dan pembahasan penguatan kerja sama berlangsung pada Selasa, 14 Juli 2026, di Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, yang dihadiri oleh jajaran Komisaris BSI dipimpin oleh Komisaris Independen Felicitas Tallulembang serta Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi yang lebih erat antara perguruan tinggi dan industri dalam mendukung kemajuan ekonomi syariah di tanah air.
“Kami melihat Unhas tidak hanya mengembangkan ekonomi syariah dari sisi teoritis, tetapi juga mendorong implementasinya secara lebih aplikatif. Semangat tersebut menjadi kekuatan besar dalam memajukan ekonomi syariah Indonesia,” jelas Felicitas Tallulembang saat ditemui di kampus Unhas.
Felicitas menegaskan bahwa keberadaan sinergi antara akademik dan industri sangat penting untuk menghasilkan riset, inovasi, serta sumber daya manusia yang adaptif terhadap dinamika sektor keuangan syariah. Ia juga menyoroti perkembangan ekonomi syariah yang semakin inklusif, terbukti dari komposisi nasabah BSI yang sekitar 20 persen berasal dari nonmuslim. Hal ini menunjukkan bahwa prinsip transparansi, tata kelola yang baik, dan nilai-nilai etika yang diusung BSI mampu menarik kepercayaan masyarakat luas.
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menyambut baik dukungan beasiswa dan kolaborasi dengan BSI. Menurutnya, Program Studi Ekonomi dan Bisnis Islam di Unhas menjadi modal penting dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya operasional dan adaptif, tetapi juga berorientasi pada kebutuhan dunia industri dan masyarakat.
“Perpaduan antara kompetensi akademik, integritas, dan nilai spiritual merupakan landasan dalam melahirkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi bagi kemajuan ekonomi syariah Indonesia. Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri harus terus diperkuat agar menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat,” jelas Prof. JJ.
Lebih lanjut, Prof. JJ menegaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah tidak cukup hanya menguasai ilmu pengetahuan dan kompetensi profesional, tetapi harus ditopang oleh penguatan karakter dan nilai keagamaan. Untuk itu, Unhas secara konsisten menyelenggarakan Gerakan Unhas Mengkaji dan Salat Berjamaah (GUMSB) sebagai bagian dari pembinaan karakter mahasiswa.
Melalui kolaborasi yang terus diperkuat, Unhas dan BSI berharap sinergi yang terjalin tidak berhenti pada pemberian beasiswa saja, tetapi berkembang ke bidang riset, inovasi, pengembangan talenta, serta peningkatan literasi ekonomi syariah. Dengan menggabungkan kekuatan perguruan tinggi dan industri, kedua institusi optimistis dapat melahirkan inovasi dan sumber daya manusia unggul yang memperkuat daya saing ekonomi syariah Indonesia sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (*/)





