Jakarta: Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Nabilah Aboebakar Alhabsyi, menilai insiden robohnya jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, bukan kecelakaan biasa. Peristiwa ini momentum untuk mengevaluasi kondisi seluruh JPO di Ibu Kota.
"Insiden ini harus menjadi alarm bagi kita semua. Jangan menunggu ada korban jiwa baru dilakukan evaluasi. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur," ujar Nabilah dalam keterangan tertulis, Rabu, 15 Juli 2026.
Menurut Nabilah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga perlu segera mengaudit seluruh JPO, terutama yang telah berusia tua atau menunjukkan penurunan kualitas konstruksi. Sebab, JPO bukan sekadar pelengkap infrastruktur jalan, tetapi juga fasilitas keselamatan yang setiap hari digunakan ribuan pejalan kaki.
Baca Juga :
Cegah Truk Tabrak JPO dengan Memperbanyak Rambu Batas TinggiPetugas melakukan proses evakuasi truk bermuatan alat berat yang menabrak jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta, Selasa (14/7/2026). ANTARA FOTO/Fauzan
Politikus PKS ini juga meminta Dinas Bina Marga menyusun peta prioritas revitalisasi JPO berdasarkan tingkat kelayakan dan tingkat risiko. Sehingga, perbaikan tidak hanya bersifat reaktif setelah terjadi insiden.
Selain mengevaluasi kondisi fisik JPO, Nabilah menilai pengawasan terhadap kendaraan bermuatan dan berdimensi besar perlu diperketat. Menurut dia, koordinasi antara instansi terkait harus diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang.
"JPO yang sudah tidak layak harus segera direvitalisasi, bukan hanya diperbaiki sementara. Infrastruktur yang aman adalah bentuk perlindungan nyata bagi masyarakat," tegas Nabilah.




