Jakarta, VIVA – Menyambut peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Dewan Komando Pusat (DKP) Panji Bangsa menyelenggarakan ajang olahraga bertajuk Panji Minisoccer Tournament 2026.
Acara ini akan berlangsung pada 16–17 Juli 2026 di BRILiaN Stadium, Jakarta Selatan, turnamen ini mengusung semangat "Sepak Bola Tanpa Batas" yang memadukan kompetisi, solidaritas, dan inklusivitas.
Ajang ini diikuti oleh 16 tim dari berbagai wilayah yang siap memperebutkan trofi juara. Tak sekadar mencari pemenang, turnamen ini juga didesain sebagai wadah silaturahmi politik yang sejuk.
Hal ini dibuktikan dengan hadirnya tim dari Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Prima untuk berlaga dalam pertandingan persahabatan (friendly match) sebagai simbol persaudaraan lintas partai.
Momen yang paling dinantikan dalam acara ini adalah laga ekshibisi istimewa yang akan mempertemukan tim PKB All Star melawan Amputee Football Indonesia. Laga ini dipastikan makin semarak lantaran Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), dijadwalkan turun langsung ke lapangan membela PKB All Star.
Pertandingan melawan atlet sepak bola amputasi—di mana pemain lapangan menggunakan kruk tanpa kaki prostetik dan penjaga gawang bermain dengan satu lengan—membawa pesan kuat bahwa lapangan hijau adalah ruang yang setara bagi siapa saja.
Ketua Umum DKP Panji Bangsa, Rivqy Abdul Halim, memaparkan bahwa konsep inklusivitas menjadi nyawa utama dari penyelenggaraan turnamen ini.
"Turnamen ini bukan sekadar kompetisi olahraga. Kami ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan semua orang tanpa sekat—baik kader, pimpinan, masyarakat, maupun sahabat dari partai lain. Di lapangan, semua memiliki posisi yang sama, bermain dengan semangat sportivitas dan persaudaraan," ujar Rivqy Abdul Halim dalam keterangannya, Rabu, 15 Juli 2026.
Menurut Rivqy, pemilihan Amputee Football sebagai lawan tanding memiliki nilai filosofis yang sangat mendalam.
"Kami ingin menyampaikan pesan bahwa keterbatasan fisik tidak pernah membatasi semangat, keberanian, maupun prestasi seseorang. Justru para atlet amputasi mengajarkan kepada kita arti perjuangan, disiplin, dan optimisme. Mereka adalah inspirasi bagi seluruh kader Panji Bangsa dan masyarakat Indonesia," ujarnya.





