Rekaman kamera pengawas (CCTV) menjadi petunjuk penting dalam penyelidikan kematian dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) atau residen anestesi berinisial AKL yang ditemukan meninggal di semak belukar di samping pagar RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak, Riau. Dari hasil pemeriksaan CCTV, korban terakhir kali terlihat berjalan seorang diri meninggalkan area rumah sakit.
Pihak rumah sakit memeriksa rekaman CCTV setelah korban dilaporkan tidak dapat dihubungi sejak Senin, 13 Juli 2026. Hasil penelusuran menunjukkan AKL keluar melalui pintu depan Pos Sekuriti 2 dan berjalan menuju area di luar rumah sakit.
Dua petugas keamanan rumah sakit bersama seorang sopir ambulans lantas melakukan penyisiran di area semak di luar pagar rumah sakit. Dalam pencarian itu, korban ditemukan dalam posisi telentang dan sudah tidak bernyawa pada Selasa, 14 Juli 2026 sekitar pukul 11.30 WIB.
Baca Juga :
Kemenkes Kawal Kasus PPDS Tewas di Semak RSUD SiakSebelumnya, istri korban yang juga bertugas dan tinggal di asrama RSUD Tengku Rafian sempat berusaha menghubungi telepon genggam suaminya. Karena tidak mendapat respons, ia mencari korban di lingkungan rumah sakit dan menanyakan keberadaannya kepada rekan-rekan sejawat, namun tidak membuahkan hasil.
Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki penyebab kematian AKL.




