Malapari Berpotensi Jadi Sumber Biodiesel dan SAF, BRIN Kembangkan Budidaya untuk Dukung Industri Bioenergi

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Peneliti Pusat Riset Botani Terapan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Danu, mengungkapkan bahwa malapari memiliki potensi besar sebagai sumber energi terbarukan karena menghasilkan minyak nabati yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel serta berpotensi dikembangkan menjadi bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustainable aviation fuel (SAF).

Danu mengungkapkan, "Malapari merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel. Bahkan, minyaknya juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustainable aviation fuel (SAF)."

Malapari Berpotensi Pulihkan Lahan Kritis

Salah satu keunggulan utama malapari adalah mampu tumbuh di lahan kritis dan lahan marginal yang kurang produktif untuk tanaman pangan.

Sistem perakaran malapari memiliki bintil akar yang mampu mengikat nitrogen sehingga membantu memperbaiki kualitas tanah.

Karakteristik tersebut menjadikan malapari berpotensi mendukung rehabilitasi lahan sekaligus menjadi sumber energi terbarukan.

Danu menjelaskan bahwa hampir seluruh bagian tanaman malapari memiliki nilai ekonomi.

Bungkil hasil ekstraksi biji malapari berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak.

Daun malapari juga sedang dikembangkan sebagai bahan baku produk kosmetik melalui kolaborasi riset dengan mitra industri.

BRIN Siapkan Hilirisasi dan Pasokan Bahan Baku

Dalam mendukung hilirisasi hasil riset, Kelompok Riset Teknologi Makropropagasi BRIN membangun kolaborasi dengan sejumlah perusahaan dan instansi.

BRIN mengembangkan penanaman malapari di beberapa lokasi sebagai sumber bahan baku (feedstock).

Pengembangan budidaya malapari dilakukan secara paralel dengan pembangunan fasilitas pengolahan agar industri siap beroperasi ketika pasokan bahan baku tersedia.

Danu mengatakan, "Kami mengembangkan penanaman malapari di beberapa lokasi sebagai sumber bahan baku (feedstock). Pengembangannya dilakukan secara paralel dengan pembangunan fasilitas pengolahan sehingga ketika pasokan bahan baku sudah tersedia, industri pengolahannya juga telah siap beroperasi."

BRIN juga telah berhasil menghasilkan biodiesel dari malapari.

Danu berharap masyarakat semakin mengenal malapari sebagai salah satu solusi penyediaan energi di masa depan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan mendukung pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Ia mengungkapkan, "Kami telah berhasil menghasilkan biodiesel dari malapari. Harapannya, masyarakat semakin mengenal tanaman ini dan tertarik untuk ikut mengembangkannya. Bahkan, minat dari perusahaan-perusahaan luar negeri, termasuk Jepang, terhadap malapari sudah cukup tinggi. Ini menunjukkan bahwa tanaman yang tumbuh di Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi komoditas bioenergi yang kompetitif di tingkat global."

Minat tinggi dari perusahaan luar negeri tersebut menunjukkan potensi malapari sebagai komoditas bioenergi Indonesia yang memiliki daya saing di pasar global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Oyarzabal dan Porro Bawa Spanyol Singkirkan Prancis
• 21 jam lalucelebesmedia.id
thumb
KPK nilai positif penetapan sembilan penyidik pada kasus eks Jampidsus
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Lebih dari 1.000 Siswa Manfaatkan Australian Reading Corner di Masjid Istiqlal
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bullying Berujung Ledakkan Sekolah di Padang
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Solusi Kemacetan Ketapang: Penambahan Dermaga hingga Pengoperasian Kapal Besar
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.