Liburan Romantis Berubah Jadi Duka, Begini Kronologi Pasangan Turis China Tenggelam Saat Snorkeling di Komodo

cumicumi.com
15 jam lalu
Cover Berita
































Liburan impian yang seharusnya menjadi momen romantis berubah menjadi tragedi bagi sepasang wisatawan asal China di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Pasangan suami istri itu mengikuti paket open trip dua hari satu malam menjelajahi kawasan Taman Nasional Komodo. Namun, perjalanan mereka harus berakhir tragis ketika keduanya meninggal dunia saat snorkeling di perairan Pulau Kelor, Rabu (15/7).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Hey Bali News dari seorang warga Labuan Bajo berinisial KI, yang memahami detail perjalanan tersebut, rombongan berangkat dari Labuan Bajo sekitar pukul 09.00 WITA menggunakan kapal wisata Rinca Story.

"Start dari Labuan Bajo sekitar jam sembilan pagi," ujar KI.

Menurutnya, Pulau Kelor menjadi destinasi pertama yang dikunjungi sebelum rombongan melanjutkan perjalanan ke beberapa pulau lain dan bermalam di Pulau Rinca.

Setibanya di Pulau Kelor, para tamu turun untuk menikmati aktivitas snorkeling. Namun, pasangan asal China tersebut disebut tidak berenang berdekatan.

"Menurut informasi dari kapal, suami istri itu snorkeling tidak bersama," kata KI.

Hingga kini belum diketahui pasti apa yang terjadi di dalam air. KI mengatakan tidak ada seorang pun yang menyadari saat keduanya mulai mengalami kesulitan.

"Pas kejadian tenggelam itu tidak ada yang tahu," ungkapnya.

Situasi baru berubah ketika rombongan bersiap meninggalkan Pulau Kelor menuju destinasi berikutnya.

Korban perempuan ditemukan lebih dahulu dalam kondisi tidak bernyawa. Sementara sang suami masih dinyatakan hilang sehingga operasi pencarian langsung dilakukan.

"Pihak perempuan ditemukan lebih dulu sudah meninggal," ujar KI.

Pencarian kemudian berlanjut selama beberapa jam hingga akhirnya jenazah sang suami ditemukan sekitar pukul 16.00 WITA.

"Kurang lebih jam empat sore baru ditemukan," katanya.

Kedua jenazah kemudian dievakuasi ke Labuan Bajo.

Sebelumnya, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto membenarkan bahwa korban merupakan dua wisatawan asal China.

Ia juga menegaskan bahwa insiden tersebut bukan merupakan kecelakaan pelayaran karena terjadi setelah para wisatawan turun dari kapal untuk melakukan aktivitas snorkeling.

Hingga kini penyebab pasti pasangan tersebut tenggelam masih dalam penyelidikan. Belum ada penjelasan resmi apakah insiden dipicu arus laut, kondisi kesehatan korban, atau faktor lainnya.

Yang pasti, perjalanan yang awalnya dirancang untuk menikmati keindahan Komodo bersama pasangan justru menjadi akhir yang tak pernah dibayangkan oleh siapa pun. (Giostanovlatto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kondisi Sarwendah Hadapi Konflik dengan Ruben Onsu Terungkap, Mental Down hingga Datangi Psikiater
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Wamenko Pangan: Sektor hulu diperkuat demi kemandirian susu nasional
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Jumlah penumpang Singapore Airlines naik 4,1 persen pada Juni
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Hari Ini, Sidang Tanggapan Jaksa atas Eksepsi Dokter Tifa
• 15 jam lalukompas.com
thumb
KPK Kembali Geledah Rumah Bupati Etik Suryani dan Kepala Dinas PU
• 3 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.