Utang Pemerintah Tembus Rp 8.000 Triliun, Menkeu Purbaya: Masih Aman

jpnn.com
20 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut posisi utang pemerintah Indonesia masih berada pada level yang aman meski nilainya telah menembus Rp 8.000 triliun.

Menurutnya, kondisi utang tidak dapat dinilai hanya dari nominal, melainkan harus dibandingkan dengan ukuran perekonomian nasional.

BACA JUGA: Skema yang Bakal Purbaya Pakai untuk Lunasi Utang Whoosh, Efektif?

"Kami selalu bandingkan dengan size ekonominya, jangan nominalnya saja," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Purbaya menjelaskan indikator yang lazim digunakan untuk mengukur keberlanjutan utang adalah rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB).

BACA JUGA: Dibiayai Utang, Proyek Warning System Banjir Jakarta Dipertanyakan Realisasinya

Berdasarkan ukuran tersebut, rasio utang Indonesia saat ini masih berada di kisaran 40 persen PDB, jauh di bawah batas maksimal 60 persen yang diatur dalam standar internasional Maastricht Treaty.

"Jadi, kalau pakai di fiskal itu kan di bawah 60 persen, harusnya di bawah 60 persen. Kita masih 40 persen jadi masih jauh," kata Purbaya.

BACA JUGA: Kematian Warga Australia di Bali Meninggalkan Jejak Utang dan Kebingungan

Dia membandingkan rasio utang Indonesia dengan sejumlah negara maju yang memiliki tingkat utang jauh lebih tinggi. Menurutnya, Amerika Serikat memiliki rasio utang di atas 100 persen PDB, Singapura sekitar 175 persen, Jerman lebih dari 60 persen, dan Jepang mencapai sekitar 275 persen.

Selain itu, Purbaya menegaskan tidak ada alasan untuk meragukan kapasitas fiskal Indonesia.

Menurutnya, kondisi fiskal Indonesia juga tercermin dari penilaian lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P) yang tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan prospek (outlook) stabil.

Lebih lanjut, apabila kemampuan pembayaran utang dinilai bermasalah, lembaga pemeringkat sudah lebih dahulu menurunkan prospek maupun peringkat kredit Indonesia.

"Kalau kita dianggap enggak mampu pasti sudah unstable atau negatif atau mungkin udah downgrade," jelasnya. (antara/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rating Utang Indonesia Stabil, IHSG Menguat 2,23%


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkot Surabaya Siapkan Anggaran Rp20 Miliar untuk Revitalisasi 16 Pasar Tradisional
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Tawarkan Gemini Enterprise, Google Cloud Beberkan 3 Keunggulannya untuk Bisnis
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Pakar Nilai Rencana Penyeragaman Warna Kemasan Rokok & Vape Perlu Dikaji Ulang
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Singapura Masih Jadi Investor Asing Terbesar di RI
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Ukur Monopoli Digital, Revisi UU Persaingan Usaha Bidik Data dan Algoritma
• 14 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.