Zulkifli Hasan Menteri Koordinator (Menko) bidang Pangan mengatakan, Pemerintah tengah melakukan upaya perbaikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, upaya perbaikan itu memerlukan waktu sekitar satu bulan lagi. Artinya, perbaikan tata kelola Program MBG ditargetkan selesai bulan Agustus 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Menko Pangan, Rabu (15/7/2026), selepas rapat bersama Prabowo Subianto Presiden, di Istana Kepresidenan Jakarta.
“Mengenai MBG, akan menyelesaikan persoalan-persoalan yang selama ini menjadi hambatan atau penyalahgunaan. Kami minta waktu satu bulan, ya, satu bulan lagi, satu bulan untuk menyelesaikan merapikan,” ujarnya.
Zulhas mengungkapkan, sekarang pihaknya bersama kementerian/lembaga terkait sedang melakukan kajian mendalam terhadap berbagai permasalahan, sekaligus merumuskan langkah-langkah perbaikannya.
Sejumlah permasalahan dalam pelaksanaan Program MBG yang ditemukan antara lain penyalahgunaan program, penetapan titik penerima manfaat, dan ketersediaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung penyaluran MBG di berbagai daerah.
Nantinya, hasil kajian akan dilaporkan kepada Presiden. Kemudian, kementerian/lembaga terkait harus menjalankan langkah-langkah perbaikan sesuai arahan Kepala Negara.
Pembenahan tersebut, kata Zulhas, merupakan bagian dari komitmen Pemerintah untuk memperkuat tata kelola Program MBG.
Dengan begitu, diharapkan pelaksanaannya semakin efektif, transparan, dan mampu menjangkau seluruh penerima manfaat sesuai tujuannya.
Sekadar informasi, Program MBG yang merupakan janji kampanye Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024 menargetkan sekitar 82 juta anak penerima manfaat di tahun 2029.
Dasar hukum utama Program MBG yaitu Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.
Untuk pelaksanaan teknisnya, ada Perpres Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional yang bertugas mengoordinasikan, merumuskan, dan melaksanakan kebijakan pemenuhan gizi nasional.(rid/ris/ipg)




