Diduga Diperas Usai Pesan Wanita Lewat MiChat, ASN BPN Nias Tewas Lompat dari Lantai 12

eranasional.com
4 jam lalu
Cover Berita

Nias, ERANASIONAL.COM – Seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nias, Sumatera Utara, bernama Apriaman Lase, ditemukan meninggal dunia setelah diduga melompat dari lantai 12 sebuah apartemen di Kota Medan.

Korban diketahui datang ke Medan untuk mengurus pengambilan Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai ASN. Selama berada di ibu kota Provinsi Sumatera Utara itu, ia menginap di sebuah apartemen.

Hasil penyelidikan sementara kepolisian mengungkap bahwa korban diduga nekat mengakhiri hidupnya setelah mengalami tekanan dan dugaan pemerasan yang dilakukan oleh dua perempuan yang dipesannya melalui aplikasi MiChat.

Kedua perempuan tersebut kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, menjelaskan bahwa korban awalnya memesan jasa perempuan melalui aplikasi MiChat dan terhubung dengan seorang perempuan berinisial FR.

“Korban memesan jasa wanita Open BO dari Michat dan terhubung dengan FR. Lalu FR datang ke apartemen tersebut sekitar pukul 04.20 WIB. Tersangka FR datang membawa temannya JS,” ujar Adrian dalam konferensi pers, Rabu (15/7).

Setelah tiba di apartemen, FR bersama rekannya, JS, diajak korban menuju kamar yang berada di lantai 12.

Sesampainya di dalam kamar, korban mengaku terkejut karena wajah FR berbeda dengan foto profil yang ditampilkan di aplikasi.

Korban kemudian memutuskan untuk tidak menggunakan jasa FR dan memilih berhubungan intim dengan JS.

FR kemudian meminta biaya pembatalan (cancel) sebesar Rp400 ribu, yang langsung ditransfer korban.

Selanjutnya, JS menetapkan tarif sebesar Rp850 ribu untuk layanan yang diberikan.

Uang tersebut juga ditransfer korban ke rekening yang diarahkan oleh FR.

“Sehingga tersangka FR meminta uang cancel sebesar Rp400.000. Korban pun mentransfer uang tersebut kepada FR. Kemudian tersangka JS mengatakan jika berhubungan badan bersamanya biaya dikenakan Rp850.000. Korban lantas mentransfer uang ke nomor rekening yang diberikan FR,” jelas Adrian.

Setelah pembayaran dilakukan, FR keluar dari kamar dan menunggu di depan pintu, sementara JS berada di dalam kamar bersama korban.

Menurut Adrian, usai berhubungan intim, korban merasa tidak puas dan meminta layanan tambahan kepada JS. Setelah layanan tersebut selesai, JS memanggil FR untuk masuk kembali ke depan kamar.

Tidak lama kemudian, kedua perempuan itu diduga meminta tambahan uang sebesar Rp4,5 juta kepada korban.

Permintaan tersebut ditolak, namun keduanya tetap mendesak korban, termasuk meminta agar korban memperlihatkan saldo rekening melalui telepon genggamnya.

Dalam kondisi tertekan, korban disebut berjalan menuju balkon sambil mengancam akan melompat jika permintaan uang terus dipaksakan.

“Korban juga mengatakan, ‘kalau terus minta uang tambahan nanti aku loncat ini’ sambil membuka pintu balkon. Kemudian tersangka FR mengatakan, ‘yaudah loncat kalau berani’,” ungkap Adrian.

Tak lama setelah itu, korban diduga benar-benar melompat dari balkon apartemen hingga meninggal dunia.

Polisi menyebut kedua tersangka diduga menyaksikan peristiwa tersebut. Namun, bukannya memberikan pertolongan atau melapor kepada petugas, keduanya justru meninggalkan lokasi.

“Setelah korban loncat dan meninggal dunia, kedua tersangka keluar dari kamar dan langsung pergi meninggalkan apartemen tersebut,” kata Adrian.

Adrian menambahkan, korban baru beberapa hari berada di Medan untuk mengurus pengambilan SK sebagai ASN BPN.

Selama proses tersebut, korban menginap di Apartemen Skyview dan pada Jumat (10/7) memesan jasa perempuan melalui aplikasi MiChat.

“Jadi korban baru beberapa hari di Medan. Dia mau mengambil SK-nya karena baru diangkat menjadi ASN BPN,” pungkas Adrian.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejagung Tegaskan Status Febrie Adriansyah Tersangka
• 20 jam laludetik.com
thumb
Profil Chatarina Girsang, Jaksa Penyidik Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Viral Pencabulan Bocah Modus Ajak Main Game, Pelaku Ditangkap
• 9 jam laludetik.com
thumb
Ketika Takdir Bertemu Keajaiban: Dari Bayi Yamal yang Dimandikan Messi hingga Menjadi Lawan di Final Piala Dunia 2026
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Penjualan BBM Pertamax Cs Turun Usai Harga Naik, Pertalite Kian Dominan
• 14 menit lalubisnis.com
Berhasil disimpan.