Prabowo Izinkan BGN Kaji Ulang Anggaran Per Porsi MBG dan Penerimanya, Ada Opsi Hanya buat Desil Bawah

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan kajian menyeluruh terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah satunya mengkaji ulang anggaran satu porsi menu MBG yang nilainya Rp15.000.

"Termasuk tadi begini, ke daerah 3T ada di wilayah timur, silakan dikaji apakah sama nih dengan yang di Jawa Rp 15.000? Silakan dikaji," kata Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Selain itu, Prabowo juga meminta BGN memperbaiki data jumlah penerima manfaat hingga titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

Baca juga: BGN: Prabowo Persilakan Kaji Pelibatan Kantin Sekolah untuk Program MBG

Intinya, Agustina menekankan, Prabowo berpesan agar setiap kajian dilakukan secara benar dan tidak buru-buru.

"Jadi Pak Presiden bener-bener tadi memberikan arahan 'oke data silakan diperbaiki, data penerima manfaat, data SPPG'. Beliau setuju semua diperbaiki data dulu supaya bener-bener bisa mengambil keputusan yang tepat. Jadi mohon waktu, mohon bersabar semua," ucap dia.

Dalam rapat bersama Kepala Negara dan sejumlah menteri di Istana kemarin, menurut Arum, muncul diskusi agar penerima manfaat di desil 8, 9, 10 atau kalangan kaya, tidak lagi menerima MBG.

Baca juga: Prabowo Beri Waktu BGN Benahi Tata Kelola MBG dalam 1 Bulan

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Prabowo juga menginstruksikan agar MBG diberikan ke penerima manfaat di desil bawah.

"Tapi betul dia bilang bahwa yang perlu diefisienkan, yang tidak harus menerima lagi program MBG ya silakan tidak usah menerima lagi. Tetapi mereka yang berada di desil yang di bawah, di daerah yang tertinggal, di daerah yang memang prevalensi stunting-nya tinggi dan sebagainya, silakan diberikan," ungkap Agustina.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Reza Arap Resmi Jadi Official Broadcast, Nonton Live Piala AFF 2026 Bisa di YouTube YB
• 4 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Persija Tunjuk Muhamad Yusup Prasetiyo Sebagai Head of Youth Development
• 22 jam lalubola.com
thumb
Politikus PAN Minta Anggota DPRD Gowa Baca Ulang Tatib Hak Angket
• 3 menit laluharianfajar
thumb
Hadirkan Layanan Starlite Super & Wi-Fi 7 Cuma Rp 250.000 Per Bulan, SURGE Raih Apresiasi Global
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Deal! Arab Saudi Resmi Beli Senjata Rp 35,5 T ke Amerika
• 13 menit lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.