Dicap Bek Terburuk, Lisandro Martinez dan Cristian Romero Sebut Legenda Inggris Gary Neville ‘Bodoh’ setelah Argentina Jinakkan Tiga Singa di Semifinal

harianfajar
16 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, ATLANTA—Cristian Romero dan Lisandro Martinez membalas Gary Neville setelah kemenangan Argentina 2-1 atas Inggris di semifinal Piala Dunia.

Inggris unggul lebih dulu di semifinal yang penuh ketegangan di Atlanta dengan gol Anthony Gordon pada menit ke-55.

Namun, runtuhnya performa tim asuhan Thomas Tuchel di babak kedua membuat Enzo Fernandez menyamakan kedudukan sebelum Lautaro Martinez mencetak gol kemenangan pada menit kedua waktu tambahan.

Pekan lalu, mantan bek Manchester United, Neville, menyebut Romero dan Martinez sebagai ‘bek tengah terburuk terbaik di dunia’ setelah kemenangan 3-2 Argentina atas Mesir di babak 16 besar.

“Mereka terus-menerus kebobolan, tetapi mereka tidak peduli dengan kebobolan karena mereka akan mencetak gol di sisi lain. Mereka memiliki kepribadian yang luar biasa dan mereka terus berjuang,” kata Neville saat siaran Piala Dunia ITV.

“Pada saat itu dalam pertandingan [ketika Mesir mencetak gol kedua mereka] Anda berpikir Argentina sedang berjuang mati-matian. Mereka berjuang untuk hidup mereka dan Romero adalah bagian dari kebangkitan itu,” lanjutnya.

“Mengapa dia ada di sana? Anda selalu bertanya-tanya. Mengapa Martinez mencetak gol di pertandingan terakhir? Mereka tidak menyerah dan mereka berjuang, dan mereka berjuang, dan mereka berjuang,” jelasnya.

Namun, setelah kemenangan Argentina atas Inggris, Romero dan Martinez memberikan wawancara bersama di mana mereka kurang terkesan dengan penilaian Neville.

“Kami sudah terbiasa orang selalu membicarakan kami, sepertinya mereka sangat suka membicarakan kami,” kata Martinez kepada DSports Argentina.

“Kami tidak benar-benar menanggapi, kami hanya membiarkan permainan kami di lapangan yang berbicara, selalu dengan penuh hormat,” tegasnya.

Ketika ditanya tentang komentar Neville, Romero menjawab: “Satu-satunya yang saya harapkan adalah ketika saya pensiun, saya tidak akan sebodoh itu.”

“Semoga, di masa mendatang, saya tidak akan mengkritik pemain atau siapa pun. Lagipula, Anda keluar sana mencoba melakukan yang terbaik untuk tim Anda dan tim nasional Anda, terkadang berhasil, terkadang tidak, itu bukan akhir dunia,” tegasnya.

“Kami sedang membuat sejarah di sini, ini sangat besar bagi kami. Kami merasakan seragam ini seperti tidak ada orang lain, dan kami sangat senang bisa membuat sejarah,” tandasnya dikutip dari Metro.

Argentina sekarang akan bermain melawan Spanyol di final Piala Dunia pada Senin mendatang. (amr)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bocah yang Tenggelam di Irigasi Singomerto Banjarnegara Ditemukan Tewas
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Mengenal Istilah Mediasi pada Sidang Gugatan Hak Asuh Anak Ruben Onsu dan Sarwendah
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Tewasnya Tiga Pekerja di Gorong-gorong di Cipayung karena Kelalaian? Ini Kata Polisi
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Debat Purbaya vs Komisi XI soal Penempatan Dana SAL Tak Perlu Izin DPR
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Kronologi Kantor Ekspedisi di Kebumen Dilempar Bom Molotov, Diduga Berawal dari Konflik Antar Pemuda
• 12 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.