Terkini – Dunia sepak bola kerap menyuguhkan kisah yang terasa seperti dongeng. Namun cerita tentang Lionel Messi dan Lamine Yamal melampaui sekadar dongeng—ia adalah bukti bahwa takdir sering kali menulis skenario paling indah tanpa pernah disangka siapa pun.
Semuanya bermula pada tahun 2007 di ruang ganti Camp Nou, dalam sebuah sesi pemotretan amal untuk UNICEF. Di sana, Lionel Messi yang baru menginjak usia 20 tahun, dengan lembut menggendong dan memandikan seorang bayi mungil berusia sekitar enam bulan. Keluarga bayi itu terpilih melalui undian, dan secara kebetulan, pasangan yang ditentukan untuk berfoto dengannya adalah Messi—pemain yang saat itu masih melangkah di awal perjalanan menuju status legenda.
Bayi itu bernama Lamine Yamal. Foto sederhana itu pun kemudian tersimpan rapi, nyaris terlupakan selama hampir 17 tahun. Sementara itu, sang bayi tumbuh besar di lingkungan akademi La Masia, bakatnya perlahan mekar, sementara Messi perlahan mengukir namanya sebagai pemain terhebat sepanjang masa.
Kisah tersembunyi itu baru terungkap kembali pada tahun 2024, ketika foto lama tersebut tiba-tiba viral. Dunia pun tertegun menyadari kenyataan yang tak terbayangkan: bayi yang dulu pernah terlelap dalam pelukan Messi kini telah menjelma menjadi bintang muda bersinar bagi Barcelona dan Timnas Spanyol.
Keajaiban terus berlanjut. Pada usia 17 tahun satu hari saja, Yamal sudah membantu Spanyol menaklukkan Eropa dan menjadi juara Euro 2024, sekaligus meraih gelar Pemain Muda Terbaik Turnamen. Namanya pun kini tercatat di antara talenta paling istimewa di sepak bola modern.
Kini, di panggung Piala Dunia 2026, kisah itu berlanjut dengan lebih gemilang. Yamal menjalani debutnya di turnamen tertinggi ini pada usia 18 tahun, dan tak lama kemudian ia mencetak gol pertamanya—membuatnya menjadi pencetak gol termuda di ajang tersebut.
Di luar lapangan, benang merah di antara keduanya makin terlihat jelas. Keduanya kini berdiri sejajar sebagai wajah kampanye sepatu legendaris Adidas F50, di mana Yamal menjadi pemain pertama selain Messi yang dipercaya membawa warisan lini produk tersebut. Bahkan dalam gaya bermain pun alam semesta seolah menciptakan kesamaan: sama-sama mengandalkan kaki kiri, beroperasi dari sisi kanan, memiliki dribel lincah, kontrol bola yang sangat rapat, serta kemampuan menciptakan keajaiban dari ruang yang sempit.
Namun puncak dari segala takdir ini baru saja terkuak. Spanyol lebih dulu melangkah ke final setelah menaklukkan Prancis 2-0, disusul Argentina yang meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Inggris lewat sundulan Lautaro Martinez berkat umpan indah dari Messi.
Hasil ini menciptakan pertemuan yang melampaui kata-kata: 19 tahun setelah foto ikonik itu diambil, kini Lionel Messi dan Lamine Yamal akan berhadapan di puncak panggung dunia, memperebutkan mahkota juara Piala Dunia. Sebuah pertarungan antara masa lalu yang abadi dan masa depan yang cerah—pertemuan dua generasi yang pernah disatukan dalam satu bingkai foto, kini dipersatukan kembali oleh takdir untuk menulis sejarah baru.
Kisah luar biasa ini pertama kali diunggah oleh akun Facebook Lusia Purple dan terpantau oleh Terkini.id, Kamis, 16 Juli 2026.




