KPK Geledah Rumah Masa Kecil Bupati Sukoharjo di Solo, Diduga jadi Safe House

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Solo: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sebuah rumah yang diduga menjadi safe house milik Bupati Sukoharjo Etik Suryani, di Kampung Jagalan, Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Kamis, 16 Juli 2026. Penggeledahan dilakukan mulai pukul 09.00 WIB.

Penggeledahan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini mendapat pengawalan dari Tim Sparta Polresta Solo. Rumah tersebut diduga kuat menjadi lokasi tempat Etik menyimpan uang.

Setelah menyisir lokasi selama kurang lebih 1,5 jam, tim penyidik KPK keluar dengan membawa dua koper berwarna hitam. Koper-koper tersebut langsung dimasukkan ke dalam mobil sebelum para petugas meninggalkan lokasi.


Penggeledahan rumah diduga safe house milik Bupati Sukoharjo Etik Suryani. (metrotvnews.com/Triawati Prihatsari)

Salah satu warga sekitar berinisial E menuturkan, rombongan petugas tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB. Menurut E, rumah tersebut merupakan kediaman orang tua Etik Suryani. 

"Dulu rumahnya Bu Etik. Kecilnya di sini, semenjak nikah ikut suami, yang tinggal adiknya namanya Pak Erwan," ujar E, di Solo, Kamis, 16 Juli 2026.

Sebelumnya, KPK telah melakukan penggeledahan di Ruang Kerja Bupati Sukoharjo, Selasa, 14 Juli 2026. Selain itu, penggeledahan juga dilakukan di sejumlah ruang lain di lingkungan Pemkab Sukoharjo. 

Baca Juga :

Bupati Jadi Tersangka KPK, Peringatan HUT Sukoharjo Digelar Sederhana
Selain ruang kerja Bupati, ruang yang digeledah lainnya diantaranya ruang di Gedung Menara Wijaya, Gedung Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) serta Gedung Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKAD). Berdasarkan pantauan di lapangan, petugas KPK membawa keluar sebanyak tiga koper dari dalam gedung. Setelah membawa koper-koper tersebut ke dalam kendaraan, petugas membuka segel yang sebelumnya dipasang di ruang-ruang tersebut. 

"Setahu saya tadi saya mendampingi di ruang bupati, ruang sekda, ruang asisten 1 sekda dan ruang Kabag Umum," ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo, Abdul Haris Widodo. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Oknum Polisi Polda Sulsel Diduga Jadi Bos Mafia BBM di Jeneponto, Ditampung di Kapal Hingga 30 Ton
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Purbaya Beberkan Alasan Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank Himbara
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Status Febrie dan Don Ritto Masih Saksi di Sprindik Baru Kejagung
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Hari Ini Berpeluang Lanjut Menguat ke Area 6.137-6.254, Simak Analisa 4 Saham Berikut
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Kabar Garis Depan Konflik Rusia-Ukraina: Saling Serang Drone-Rudal, 13 Tewas
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.