Purbaya Yakin RI Mampu Bayar Utang Rp8.000 T: Kalau Bermasalah, Rating Kredit Sudah Turun

tvonenews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com – Di tengah meningkatnya posisi utang luar negeri Indonesia, pemerintah menegaskan kemampuan fiskal negara tetap kuat untuk memenuhi seluruh kewajiban pembayaran utang.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan menyebut kondisi tersebut tercermin dari tetap terjaganya peringkat kredit Indonesia di level investasi.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya menanggapi pertanyaan mengenai kemampuan pemerintah membayar kembali utang di tengah posisi utang luar negeri (ULN) yang terus meningkat.

“Kalau kita dianggap gak mampu pasti udah unstable atau negatif atau mungkin udah downgrade (rating). Jadi Anda mempertanyakan S&P? Secara teoritis ya cukup gak ada masalah,” kata Purbaya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Kamis (16/7/2026).

Pernyataan tersebut muncul setelah Bank Indonesia melaporkan posisi utang luar negeri Indonesia pada Mei 2026 mencapai US$444,4 miliar atau sekitar Rp7.999,2 triliun (kurs Rp18.000 per dolar AS).

Angka tersebut meningkat 3,7 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh bertambahnya utang pemerintah dan Bank Indonesia.

Meski demikian, Purbaya menilai kondisi kas pemerintah masih sangat memadai. Bahkan, menurutnya, pemerintah memiliki ruang likuiditas yang cukup besar sehingga sebagian dana ditempatkan di perbankan untuk mendukung aktivitas ekonomi tanpa mengurangi imbal hasil yang diterima negara.

“Saya masih kebanyakan duit kan sampai dibagi-bagi, dari SAL saya pindahin, dari BI saya pindahin ke perbankan itu artinya apa? SAL itu gak dipake kan? 130-an sampai akhir tahun gak akan dipakai karena kalau mau pakai harus izin DPR,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemindahan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari Bank Indonesia ke perbankan bukan merupakan tambahan belanja pemerintah, melainkan bagian dari strategi pengelolaan kas negara (cash management) agar dana yang belum digunakan dapat ikut mendukung likuiditas perekonomian.

“Saya gak pakai, cuma saya pindahin aja dengan return yang sama dengan kalau uang saya taruh di BI. Jadi saya gak ada loss tapi pada saat yang bersamaan saya bantu perekonomian. Smart move,” kata Purbaya. (agr/rpi)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov Sumut bangun gudang logistik di Pelabuhan Roro Gunungsitoli
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Direktur Pakuwon Group Bantah Alasan Pembangunan Pagar karena Persoalan Ekonomi
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pemerintah Kaji Peta Jalan Baru untuk Industri Kendaraan Listrik
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Dexlite Cs Naik, BPH Migas: Konsumsi Solar Subsidi Naik
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Gudang Amunisi TNI di Madiun Meledak, Satu Prajurit Meninggal
• 54 menit lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.