Media sosial ramai membicarakan istilah bed rotting atau rebahan berjam-jam. Bersantai di kasur sambil scroll media sosial memang jadi salah satu aktivitas yang banyak dilakukan anak muda bukan hanya untuk bermalas-malasan, tetapi juga dianggap sebagai upaya merawat diri atau self-care.
Setelah menjalani hari yang berat, istirahat di tempat tidur selama berjam-jam terkesan ideal. Kebiasaan ini juga menjadi lebih umum karena orang-orang menganggap bahwa rebahan berjam-jam bisa membantu menghilangkan stres.
Riset di Amerisleep menyebutkan bahwa 89 persen Gen Z di Amerika menghabiskan waktu kurang lebih 21 hari per tahun untuk bed rotting, dan rata-rata dari keseluruhan generasi sebanyak 364 jam per tahun atau setara dengan 15 hari untuk bersantai di tempat tidur.
Lantas, apakah rebahan seharian memang termasuk self-care yang ideal? Berikut penjelasannya.
Apa itu Bed Rotting?Bed rotting adalah istilah yang merujuk pada kegiatan menghabiskan waktu di tempat tidur selama berjam-jam untuk scroll media sosial, menonton, atau sekadar bersantai tanpa melakukan apa pun.
Istilah tersebut ramai di media sosial dan banyak digunakan anak muda. Beberapa dari mereka beranggapan bahwa bed rotting bisa menjadi pelarian dari rasa lelah dan bentuk perawatan diri untuk terlepas dari stres.
Hal itu membuat banyak anak muda mengambil cuti atau meluangkan waktu seharian untuk rebahan dan bersantai di rumah. Mereka tidak melakukan apa pun, hanya bermain ponsel, menonton, dan bermalas-malasan.





