Seratus pengemudi ojek online (ojol) perempuan mendapat bantuan dari kolaborasi Ikatan Alumni Magister Manajemen (IKA MM) Universitas Ciputra (UC), UC Surabaya, Dinas Sosial (Dinsos), dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya.
Bantuan tersebut berupa paket sembako, helm, tas sekolah anak, serta Bahan Bakar Minyak (BBM) gratis sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mereka sebagai pejuang ekonomi keluarga.
Rini Indriyani Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Umum Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Surabaya mengatakan bantuan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar pemberian barang.
“Ini bukan sekadar pemberian helm, bukan sekadar pemberian sembako, tetapi penghargaan kepada perempuan-perempuan hebat. Di balik jaket dan helm yang mereka kenakan, ada anak-anak yang harus diperjuangkan dan kebutuhan hidup yang harus dipenuhi,” terangnya, Kamis (16/7/2026).
Rini mengatakan, perempuan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan keluarga. Oleh karena itu, dukungan kepada perempuan pekerja akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga.
“Saya berharap ibu-ibu semakin kuat. Ketika ibu semakin kuat, pasti keluarganya juga akan kuat. Dengan adanya pemberian helm ini, semoga ibu-ibu lebih berhati-hati saat berkendara karena keluarga di rumah pasti ingin ibunya pulang dengan selamat,” ujarnya.
Ia juga mengajak lebih banyak komunitas dan organisasi untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, meski bantuan diberikan kepada 100 orang, manfaatnya akan sangat dirasakan oleh para penerima.
Pihaknya memastikan, Pemerintah Kota Surabaya terus menjalankan berbagai program pemberdayaan perempuan, mulai dari pelatihan menjahit, program padat karya, pendampingan UMKM, hingga bantuan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Kami ingin perempuan memiliki kesempatan memperoleh penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Banyak program yang sudah berjalan dan semoga terus memberikan manfaat,” katanya.
Sementara itu, Malik Atmadja Ketua IKA MM UC Surabaya, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian alumni terhadap perempuan yang setiap hari berjuang mencari nafkah sekaligus mengurus keluarga.
“Kami sangat prihatin sekaligus mengapresiasi para pejuang ekonomi, khususnya perempuan. Mereka mengurus rumah tangga, anak-anak, tetapi tetap bekerja mencari rezeki. Kegiatan ini adalah bentuk penghargaan kami kepada mereka,” ujarnya.
Ia mengatakan, semangat berbagi juga sejalan dengan nilai yang ditanamkan UC, yakni kesuksesan harus memberikan manfaat bagi orang lain.
“Sebagai alumni Universitas Ciputra, kami ingin menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga harus memberi manfaat kepada masyarakat. Hari ini kami memilih menyapa langsung para pengemudi ojol perempuan,” katanya.
Erni koordinator pengemudi ojek online perempuan Surabaya mengaku terharu atas perhatian yang diberikan kepada para pengemudi perempuan.
“Kami merasa sangat dihargai. Terima kasih kepada IKA MM Universitas Ciputra dan seluruh donatur. Semoga diberikan kemudahan rezeki sehingga bisa terus berbagi,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan terbesar para pengemudi perempuan adalah membagi waktu antara bekerja dan mengurus keluarga.
“Kami harus meninggalkan keluarga untuk bekerja. Banyak yang baru bisa mulai online setelah mengantar anak sekolah. Pulang sudah lelah, tetapi pekerjaan rumah masih menunggu. Itu tantangan kami sebagai perempuan,” pungkasnya.(ris/ipg)




