REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Harga jual daging dan telur ayam di Pasar Atas Baru, Kota Cimahi, Jawa Barat naik setelah sempat turun selama program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara bersamaan dengan masa libur sekolah. Kenaikan harga ini membuat pedagang mengeluh.
Seperti yang terpantau pada Kamis (16/6/2026). Harga daging ayam kini menjadi Rp 35 ribu per kilogram (kg), padahal sebelumnya hanya Rp 26 ribu per kg. Begitupun harga telur ayam yang semula dijual Rp 22 ribu per kilogram naik menjadi Rp 26 ribu per kg.
Baca Juga
DPRD Jawa Barat Siapkan Perda Anti LGBTQ, MUI Jabar Siap Keluarkan Fatwa Soal Kaum Boti
Objek Wisata di Bandung Barat Ketiban Berkah Liburan Sekolah
KDM Takziah ke Rumah Korban Kecelakaan Maut Pantura Indramayu, Beri Santunan Rp25 Juta per Orang
"Iya sekarang naik lagi harga ayam jadi Rp 35-36 ribu per kg. Waktu kemari libur MBG harganya turun di Rp 25-26 ribu per kg," tutur Adang (53 tahun), salah seorang pedagang Pasar Atas Baru, Kota Cimahi.
Ia tak mengetahui persis penyebab naiknya harga daging ayam ini. Namun kebetulan perubahan harga ini terjadi usai program MBG kembali berjalan. Selama sekolah libur yang diikuti dengan dihentikannya operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pemasok makanan MBG, harga daging ayam turun.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Kondisi itu berdampak terhadap penjualan harian dagingnya yang laku keras. Namun setelah harganya naik usai MBG kembali berjalan, penjualan daging ayam milik Dadang kembali lesu. Pembeli hanya didominasi langganan saja.
"Kemarin selama MBG libur dua mingguan, harga turun alhamdulillah penjualan sangat bagus. Sekarang pas udah naik lagi penjualan ke awal sepi lagi," kata Dadang.
Untuk ketersediaan, Dadang memastikan sangat mencukupi. Dirinya berharap ada kebijakan dari pemerintah yang membuat harga daging ayam kembali normal karena harga naik ini kurang menguntungkan bagi pedagang.
"Maunya turun lagi karena penjualan lebih bagus. Kalau mahal kan penjualan kurang karena yang beli menurun," ucap Dadang.
Hal serupa disampaikan Rian (40), pedagang telur di Pasar Atas Baru. Dirinya terpaksa kembali menaikan harga telur setelah sempat turun selama dua minggu atau selama program MBG dihentikan sementara karena sekolah libur.
"Dua minggu kemarin turun pas libur sekolah, sekarang naik lagi dari Rp 22 ribu sekarang Rp 26 ribu per kg. Kata orang mah karena MBG karena memang pas libur MBG turun semua, sekarang naik lagi," kata dia.