SURABAYA, iNews.id – Isak tangis keluarga tak terbendung saat melepas keberangkatan jenazah tiga korban kecelakaan maut tol Malang-Pandaan pada Kamis (16/7/2026). Ketiga jasad korban yang masih satu keluarga tersebut dibawa menggunakan mobil ambulans menuju Tempat Pemakaman Islam (TPI) Karang Tembok, Semampir, Surabaya.
Ketiga korban meninggal dunia yang dimakamkan merupakan warga Kampung Sukodono, Kecamatan Semampir, Surabaya, Jawa Timur. Mereka pasangan suami istri Ishak dan Hindun, serta adik mereka yang bernama Musarofah.
Kepergian para korban menyisakan duka yang sangat mendalam, tidak hanya bagi pihak keluarga tetapi juga bagi warga di Kampung Sukodono Ampel. Di mata tetangga dan kerabat, keluarga almarhum dikenal sebagai pribadi yang sangat sosial.
Almarhum Ishak semasa hidupnya juga dikenal sebagai sosok pemuda yang aktif di organisasi kemasyarakatan dan selalu hadir saat warga membutuhkan bantuan.
Baca Juga:Banjir Rob Rendam 5 Desa di Sidoarjo, Ratusan Hektare Tambak Rusak"Keluarga korban dalam kesehariannya dikenal sebagai orang baik dan ringan tangan. Apalagi almarhum Ishak dikenal aktif sebagai Karang Taruna dan suka membantu tetangga yang membutuhkan," ujar salah seorang sahabat korban, Haji Khusaeri.
Kronologi KecelakaanTragedi memilukan ini terjadi di ruas Jalan Tol Malang-Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur pada Rabu malam. Kecelakaan bermula saat mobil Honda CR-V yang ditumpangi satu keluarga ini melaju dan menghantam keras bagian belakang truk yang sedang berhenti di lajur jalan.
Dahsyatnya benturan mengakibatkan kondisi mobil ringsek parah dan memicu jatuhnya banyak korban jiwa.
Total 9 korban, lima di antaranya meninggal dunia. Sedangkan korban luka empat orang masih menjalani perawatan intensif di RSUD Bangil Pasuruan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti pengemudi mobil menabrak truk yang tengah berhenti tersebut.
#jatim




