Bisnis.com, JAKARTA — PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) melaporkan telah menghabiskan dana hasil penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada semester I/2026. Dana hasil IPO sebesar Rp21,32 triliun setelah lima tahun melantai di BEI.
BUKA tercatat mengantongi dana IPO senilai Rp21,32 triliun pada IPO mereka lima tahun yang lalu. Sebagai informasi, IPO Bukalapak mendapat izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 6 Agustus 2021.
Merujuk laporan realisasi penggunaan dana hasil IPO yang dikutip Kamis (16/7/2026), BUKA sudah merealisasikan dana IPO senilai Rp21.325.831.441.351 atau Rp21,32 triliun hingga 30 Juni 2026. Nilai realisasi dana IPO Bukalapak ini bertambah Rp4,2 triliun dibandingkan dengan posisi akhir 2025 sebesar Rp17,04 triliun.
BUKA menggunakan dana IPO ini untuk berbagai macam penggunaan. Pertama, modal kerja BUKA senilai Rp5,9 triliun. Kedua, modal kerja PT Buka Mitra Indonesia senilai Rp1,22 triliun. Ketiga, modal kerja PT Buka Usaha Indonesia Rp16,96 miliar.
Keempat, modal kerja PT Buka Pengadaan Indonesia Rp35,61 miliar. Lalu untuk modal kerja PT Buka Investasi Bersama sebesar Rp26,2 miliar. Kemudian untuk modal kerja Bukalapak Pte. Ltd. Rp1,05 miliar, dan untuk modal kerja PT Five Jack Rp42,25 miliar.
Terakhir adalah untuk pertumbuhan dan atas pengembangan usaha perseroan dan entitas anak dan modal kerja entitas anak selain yang sudah disebutkan sebesar Rp14,03 triliun.
Baca Juga
- Nasib Unicorn Tokopedia-Bukalapak Cs, Dahulu Dipuji Kini Berubah Drastis
- Bukalapak (BUKA) Ubah Haluan, Gaming hingga Investasi Jadi Andalan
- Pangsa Pasar E-Commerce 2025: Shopee-TikTok Gerus Bukalapak, Blibli, dan Lazada
Dengan realisasi ini, Bukalapak saat ini telah menghabiskan dana IPO-nya yang sebesar Rp21,33 triliun. Dana hasil IPO ini merupakan dana hasil IPO terbesar yang pernah didapatkan oleh satu emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia sepanjang masa.
Sebagaimana diketahui, BUKA mencatatkan sahamnya pada 6 Agustus 2021 yang lalu. Saat itu, saham BUKA diperdagangkan pada harga Rp850 per saham, dan melepas sebanyak 25,77 miliar saham.
Adapun lima tahun berselang, saham BUKA diperdagangkan pada rentang harga Rp93-Rp184 sepanjang tahun 2026. Saham BUKA telah melemah 31,01% sejak awal tahun ini, dan ditutup pada level Rp109 per saham pada Kamis (16/7/2026).
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





