Miris! MI di Banjarnegara Tak Dapat Siswa Baru, Total Semua Kelas Hanya 6 Siswa

rctiplus.com
5 jam lalu
Cover Berita
Miris! MI di Banjarnegara Tak Dapat Siswa Baru, Total Semua Kelas Hanya 6 SiswaNasional | inews | Kamis, 16 Juli 2026 - 16:17

BANJARNEGARA, iNews.id – Kondisi memprihatinkan menimpa madrasah ibtidaiyah atau MI Cokroaminoto di Desa Luwung, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara. Dua tahun berturut-turut, sekolah dasar tersebut tidak mendapat siswa baru. 

Selain dipicu tidak adanya lulusan Taman Kanak-Kanak (TK) di desa tersebut, letak geografis dan ketatnya persaingan antarsekolah membuat madrasah swasta ini kian terjepit. 

Dampak dari minimnya peminat ini sebenarnya sudah dirasakan pihak sekolah sejak beberapa tahun terakhir. Pada tahun ajaran lalu saja, MI Cokroaminoto tercatat hanya bisa menjaring satu orang siswa baru. 

Akibat akumulasi penurunan jumlah pendaftar tersebut, total murid yang mengeyam pendidikan di sekolah ini dari kelas satu hingga kelas enam kini hanya tersisa 6 siswa saja. 

Pihak sekolah mengaku kesulitan menghadapi persaingan dengan sekolah-sekolah lain baik negeri maupun swasta yang saat ini lebih menjadi pilihan utama para orang tua di sekitar kecamatan. 

Baca Juga:Kafe di Bangkalan Dibobol Maling Terekam CCTV, Pelaku Bawa Kabur Uang dan Tablet

Meski jumlah muridnya sangat minim, semangat belajar-mengajar di madrasah ini tidak lantas padam. Keterbatasan fasilitas dan jumlah teman tidak menghalangi para siswa untuk menorehkan prestasi di bidang non-akademik.

"Walaupun murid kami sedikit, anak-anak di sini tetap semangat. Bahkan salah satu siswa kami, Ahmad Azam, berhasil membuktikan diri dengan meraih juara tenis meja di tingkat kecamatan," ujar Kepala MI Cokroaminoto Luwung, Parsini, Kamis (16/7/2026).

Kebijakan Pemerataan Siswa

Hingga saat ini, pihak manajemen MI Cokroaminoto menegaskan masih tetap membuka posko pendaftaran bagi siswa baru yang ingin masuk secara susulan.

Pihak sekolah sangat berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat meninjau kondisi ini dan mengeluarkan kebijakan pemerataan penerimaan siswa baru. 

Kebijakan tersebut dinilai sangat krusial agar sekolah-sekolah kecil yang kekurangan murid di daerah pelosok dapat terus bertahan hidup dan menyelenggarakan pendidikan bagi warga sekitar.

#jateng

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Proyek KRL Surabaya Raya, Tiga Flyover Bakal Dibangun Mulai 2027
• 56 menit lalubisnis.com
thumb
Autopsi Dokter PPDS Tewas Misterius di Siak Selesai, Penyebab Kematian Belum Terungkap
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Kemensos Beri Bantuan dan Dampingi Anak Penulis Naskah Proklamasi Sayuti Melik
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Ledakan di Gudang Amunisi TNI Madiun, 1 Prajurit Tewas dan 6 Terluka
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Menanti Kepastian Dana TKD, DPRD DIY Berharap Pusat Pahami Kondisi Fiskal Daerah
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.