Prabowo Hargai Investasi Jepang di Blok Masela: Kita Cari Keuntungan Bersama

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto menyambut baik investasi dari perusahaan Jepang, Inpex Corporation, di proyek Lapangan Abadi Blok Masela yang mencapai USD 20,94 miliar atau sekitar Rp 342 triliun.

Prabowo mengatakan Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut merupakan proyek penting yang sempat terhambat selama hampir 3 dekade. Dia menekankan pembangunan Blok Masela akan dilanjutkan secepatnya.

Proyek blok migas beserta fasilitas pengolahan gas alam cair (LNG) dan carbon capture and storage (CCS) itu rencananya dapat memproduksi 9,5 juta ton per tahun LNG, kondensat hingga 35.000 barel per hari, dan gas alam sekitar 150 juta kaki kubik per hari.

“Perairan kita di Tanimbar di Maluku ini kita memiliki cadangan energi yang sangat besar. Kita sudah sadar ini 28 tahun yang lalu, dan kita menghargai semua unsur, kita apresiasi, kita harus memberi suatu penghargaan sekali lagi kepada semua unsur yang telah memungkinkan proyek ini terwujud,” kata Prabowo saat Groundbreaking PSN LNG Abadi Masela, Kamis (16/7).

Blok Masela dikelola Inpex Corporation melalui anak perusahaannya Inpex Masela, Ltd. sebagai operator dengan kepemilikan 65 persen, sementara mitranya Pertamina Hulu Energi Masela 20 persen dan Petronas Masela 15 persen.

“Kita hargai dari kawan-kawan kita dari Jepang yang investasi di sini dan kita berterima kasih saudara-saudara kita dari Malaysia Petronas juga ikut di sini, dan tentunya kita bangga putra-putri kita perusahaan nasional Pertamina ada di sini,” ujar Prabowo.

Prabowo berharap Blok Masela bisa memberikan keuntungan tidak hanya bagi Jepang, tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia.

“Kita hargai kawan-kawan kita dari Jepang, kita mulai proyek ini kita cari suatu keuntungan bersama, kehormatan bagi tuan rumah adalah kalau mitranya, kalau tamunya bahagia itu kehormatan bagi tuan rumah, tapi kita pun punya tanggung jawab kepada rakyat kita, rakyat kita banyak yang hidupnya susah,” tegas Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan Inpex Corporation akan memprioritaskan Jepang sebagai tujuan ekspor LNG dari Blok Masela. Pembagian produksi LNG yakni 60 persen untuk domestik dan 40 persen untuk ekspor.

"Mana saja deh yang mau beli, ya termasuk Jepang. Bagi kita sekarang adalah offtaker, ada kepastian, go ahead, terutama Jepang. Karena mereka berinvestasi, jadi kita prioritas negara pilihan pertama dari Inpex adalah Jepang," ungkap Bahlil.

Sementara itu, CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda berharap proyek LNG Abadi Masela dapat memberikan kontribusi sekitar USD 137,7 miliar kepada perekonomian nasional dan berpotensi mempekerjakan hingga 12.000 pekerja pada puncak fase konstruksi.

"Proyek ini sangat penting yang berkontribusi pada keamanan energi di Jepang dan di seluruh kawasan Indo-Pasifik. Proyek ini diberi nama Abadi dengan harapan akan terus memenuhi peran ini selama bertahun-tahun yang akan datang," kata Takayuki.

Terlepas dari angka tersebut, Takayuki yakin proyek ini dapat bermanfaat, dirasakan secara nyata, dan berkelanjutan oleh masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar area proyek.

"Kami akan terus memperkuat kontribusi kami kepada wilayah ini melalui pengembangan infrastruktur, peningkatan sumber daya lokal, kemampuan, pemberdayaan usaha lokal, dan berbagai program pengembangan masyarakat termasuk di bidang pendidikan dan kesehatan," tutur Takayuki.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Tetapkan Kopdes Merah Putih sebagai Infrastruktur Distribusi Bansos dan Hasil Panen
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Berita Populer: Jumlah Pemesanan Jetour T1; Saran Insentif Mobil Hybrid
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Cinta Segitiga Berujung Berdarah, Pria di Lumajang Dibacok Pakai Samurai
• 12 jam laluberitajatim.com
thumb
Denny Sumargo Gelar Festival Musik dan Kuliner, Ada Mahalini hingga Bernadya
• 13 jam lalugrid.id
thumb
Generasi Muda Sumbar Diajak Berperan Membangun Koperasi di Desa
• 4 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.