Kerugian JPO Tendean Ditaksir Miliaran, DKI Minta Tanggung Jawab Pihak Truk

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkap kerugian yang dialami usut peristiwa Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean, Mampang, Jakarta Selatan,yang rusak akibat ditabrak truk pengangkut alat berat pada Selasa (14/7) dini hari.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, mengatakan belum diketahui pasti besar anggaran pembangunan JPO karena masih dilakukan proses perencanaan. Namun jumlah kerugian material ditaksir mencapai miliaran rupiah.

“Belum ada angka pasti karena perencanaan teknis masih berjalan. Namun kerugian material sudah diperkirakan mencapai miliaran rupiah,” ujar Chico saat dikonfirmasi, Kamis (16/7).

Pemprov DKI Jakarta akan menggunakan dana dari APBD untuk sumber pembiayaan utama sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap pemeliharaan infrastruktur publik. Selain itu, mereka juga membahas mekanisme pertanggungjawaban kepada perusahaan pemilik truk yang menabrak JPO Tendean.

“Utama dari APBD, sesuai tanggung jawab Pemprov dalam pemeliharaan infrastruktur publik. Kami juga sedang melakukan pembicaraan terkait pertanggungjawaban pihak perusahaan pemilik truk,” kata Chico.

Selain APBD, pemerintah juga kemungkinan dukungan pendanaan melalui skema Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) atau mekanisme lain, bila diperlukan.

“Jika ada dukungan swasta melalui CSR atau mekanisme lain, tentu akan kami pertimbangkan untuk mempercepat proses,” lanjut Chico.

Saat ini fokus utama pemerintah adalah memastikan keselamatan masyarakat dengan membongkar JPO yang dinilai sudah tidak aman.

“Prioritas utama kami saat ini adalah pembongkaran struktur yang sudah tidak aman (telah rampung kemarin malam), sehingga lalu lintas di Jalan Kapten Tendean bisa normal kembali dan keselamatan masyarakat terjamin,” kata Chico.

Setelah pembongkaran selesai, Dinas Bina Marga DKI Jakarta mulai menyusun rencana teknis pembangunan JPO kembali yang mencakup desain yang lebih aman dan penambahan sistem pengamanan terhadap kendaraan bermuatan tinggi agar kejadian serupa tak terulang.

“Dinas Bina Marga sedang menyusun perencanaan teknis, termasuk desain yang lebih aman, seperti penambahan pengamanan tinggi muatan. Proses ini memerlukan waktu untuk memastikan JPO baru lebih kokoh, ramah pejalan kaki, dan mencegah kejadian serupa,” kata Chico.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenkeu Ambil Alih Utang KCIC, Dipastikan Tidak Gunakan Dana APBN
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wali Kota Surabaya Minta Jajaran Bergerak Mandiri Tanpa Tunggu Sidaknya
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik Prof Zainal Abidin, Rafiq Al Amri: Saya Mau Lawan
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Kemendes dan 10 Asosiasi Desa Gelar Seminar Nasional KDKMP
• 3 jam laludetik.com
thumb
25 Tahun Terlantar di Timur Tengah, TKI Asal Bandung Minta Dipulangkan
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.