Pantau - Hari Populasi Sedunia menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai isu kependudukan yang berpengaruh pada pembangunan berkelanjutan, termasuk pemanfaatan bonus demografi di Provinsi DKI Jakarta menuju Indonesia Emas 2045.
Bonus Demografi Jadi Peluang PembangunanKepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan Jakarta saat ini berada dalam periode bonus demografi, yakni ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia nonproduktif.
Ia mengungkapkan, "Angkatan muda Jakarta persentasenya mencapai 71 persen. Inilah yang menjadi potensi luar biasa untuk kita siapkan, mewujudkan cita-cita Indonesia emas tahun 2045 dan juga cita-cita Jakarta sebagai kota global yang kita harapkan di 2045 nanti kita berada di top 20."
Menurut Dwi, kondisi tersebut memberikan peluang untuk mempercepat pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.
Generasi Muda Perlu Dipersiapkan Sejak DiniDwi menegaskan generasi muda Jakarta harus dipersiapkan menjadi sumber daya manusia yang cerdas, produktif, inovatif, cinta damai, bermoral baik, berkarakter kuat, sehat, dan unggul.
Ia menambahkan generasi muda perlu memperoleh kesempatan yang luas untuk mengenyam pendidikan, bekerja, maupun membangun usaha secara mandiri.
Dwi mengungkapkan, "Tenaga pendidik mempunyai peran yang luar biasa. Demikian juga mereka atau pihak-pihak yang banyak mempunyai pengaruh, kemudian juga bisa membentuk anak muda ini dengan aktivitas-aktivitas positif di luar sekolah."
Hari Populasi Sedunia diperingati setiap 11 Juli dan pada tahun 2026 mengusung tema "Mewujudkan Harapan dan Aspirasi Orang Muda Hari ini dan untuk Masa Depan."




