Jakarta: Pemerintah menargetkan setidaknya 50 persen penderita penyakit kronis, di antaranya jantung dan stroke menjalani pengobatan rutin. Sehingga, langkah tersebut bisa memberikan dampak besar terhadap penurunan angka kematian.
"Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa skrining harus diikuti dengan pengobatan yang rutin dan pengendalian penyakit. Negara seperti Korea berhasil menurunkan kematian akibat penyakit kardiovaskular melalui pendekatan yang dikenal sebagai Triple 80," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dikutip dari Antara, Kamis, 16 Juli 2026.
Budi menjelaskan pendekatan 80 yaitu 80 persen masyarakat diskrining, 80 persen penderita diobati, dan 80 persen diantaranya berhasil terkendali.
"Itulah arah yang sedang kita bangun di Indonesia," sebut Budi.
Baca Juga :
Cek Kesehatan Gratis Bantu Pengendalian Pasien Hipertensi dan DiabetesDengan pendekatan tersebut, Program CKG diharapkan tidak hanya meningkatkan angka deteksi dini penyakit, tetapi juga mampu menurunkan beban penyakit tidak menular dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Program CKG terus menunjukkan dampak nyata dalam memperkuat deteksi dini penyakit. Sehingga, gangguan kesehatan yang dialami dapat ditangani sesegera mungkin.
"Hingga 5 Juli 2026, sebanyak 59,6 juta masyarakat telah mengikuti pemeriksaan kesehatan melalui Program CKG, melampaui target mingguan yang telah ditetapkan," ungkap Budi.
Ilustrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG). Foto: Istimewa.
Dengan dimulainya tahun ajaran baru di seluruh Indonesia, Kementerian Kesehatan optimistis jumlah peserta akan terus meningkat. Sehingga target 130 juta peserta pada akhir 2026 tetap berada pada jalur pencapaian (on the track).
Budi mengatakan CKG tidak hanya menjadi program skrining terbesar yang pernah dilakukan di Indonesia, tetapi juga menjadi fondasi untuk mengubah paradigma pelayanan kesehatan dari mengobati menjadi mencegah.
"Semakin banyak masyarakat yang melakukan cek kesehatan, semakin dini penyakit dapat ditemukan dan diobati. Tujuan kita bukan sekadar mengetahui siapa yang sakit, tetapi memastikan masyarakat tetap sehat dan produktif. Karena itu, CKG menjadi investasi kesehatan bangsa dalam jangka panjang," ujar Budi.




