Jakarta (ANTARA) - Seorang pria yang membawa bayi kepergok diduga mencuri sejumlah produk kosmetik di sebuah minimarket di kawasan Jalan Mercu Buana, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat pada Rabu (15/7) malam.
Berdasarkan video yang diunggah melalui akun Instagram @wargajakbar, terlihat pria tersebut mengenakan topi dan kaus berwarna merah sedang menggendong seorang bayi.
Setelah dipergoki, karyawan minimarket tampak menggeledah dan menemukan beberapa produk kosmetik dari kantong pria tersebut.
Barang yang diduga hendak dicuri itu pun kemudian dikembalikan ke rak penyimpanannya.
Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Rahmat membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, barang yang diduga diambil merupakan produk dengan nilai jual yang relatif kecil.
“Ya paling barang-barang yang murah, 20 ribuan,” kata Rahmat saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Rahmat menjelaskan kasus ini tidak berlanjut ke proses hukum lantaran pihak minimarket memilih menyelesaikan secara kekeluargaan.
“Korban enggak nuntut. Itu aja sih udah, pernyataan udah ada,” katanya.
Menurut Rahmat, pelaku melakukan hal tersebut karena faktor ekonomi yang menjadi penyebab utama.
Rahmat memastikan persoalan tersebut telah selesai setelah kedua belah pihak mencapai penyelesaian.
“Intinya kita sudah clear, sudah selesai,” tutupnya.
Baca juga: Polisi ringkus pria setelah tiga kali mencuri di minimarket Tambora
Baca juga: Dua perampok bersenjata gasak Rp20 juta dari minimarket di Duren Sawit
Berdasarkan video yang diunggah melalui akun Instagram @wargajakbar, terlihat pria tersebut mengenakan topi dan kaus berwarna merah sedang menggendong seorang bayi.
Setelah dipergoki, karyawan minimarket tampak menggeledah dan menemukan beberapa produk kosmetik dari kantong pria tersebut.
Barang yang diduga hendak dicuri itu pun kemudian dikembalikan ke rak penyimpanannya.
Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Rahmat membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, barang yang diduga diambil merupakan produk dengan nilai jual yang relatif kecil.
“Ya paling barang-barang yang murah, 20 ribuan,” kata Rahmat saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Rahmat menjelaskan kasus ini tidak berlanjut ke proses hukum lantaran pihak minimarket memilih menyelesaikan secara kekeluargaan.
“Korban enggak nuntut. Itu aja sih udah, pernyataan udah ada,” katanya.
Menurut Rahmat, pelaku melakukan hal tersebut karena faktor ekonomi yang menjadi penyebab utama.
Rahmat memastikan persoalan tersebut telah selesai setelah kedua belah pihak mencapai penyelesaian.
“Intinya kita sudah clear, sudah selesai,” tutupnya.
Baca juga: Polisi ringkus pria setelah tiga kali mencuri di minimarket Tambora
Baca juga: Dua perampok bersenjata gasak Rp20 juta dari minimarket di Duren Sawit





