Satresmob Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan sindikat pencurian dan penadahan perangkat modul base transceiver station (BTS) yang beroperasi di lintas wilayah Indonesia. Imbas aksi kejahatan itu, gangguan sinyal terjadi di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
"Aksi kejahatan para pelaku ini sempat memicu terjadinya gangguan layanan telekomunikasi hingga pemadaman sinyal (blackout) yang berdampak pada ribuan pelanggan internet dan seluler di sejumlah wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat," ujar Kasat Resmob Mabes Polri, Kombes Arsya Khadafi, dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).
Kasus bermula dari laporan pihak PT Smart XL Telecom Sejahtera, yang berulang kali kehilangan perangkat modul BTS. Hilangnya komponen vital berimbas langsung pada lumpuhnya jaringan telekomunikasi masyarakat.
Bareskrim Polri bergerak cepat melakukan penyelidikan gabungan bersama Polres Metro Jakarta Timur dan Polsek Ciracas. Melalui analisis rekaman CCTV dan pelacakan lapangan, tim mengidentifikasi para pelaku yang melancarkan aksinya dengan menyamar sebagai teknisi resmi menggunakan mobil Toyota Avanza hitam.
"Para pelaku memanfaatkan pengetahuan dan akses yang mereka miliki sebagai mantan pekerja atau vendor instalasi jaringan. Dengan membawa peralatan kerja standar, mereka membongkar box modul BTS tanpa memicu kecurigaan warga sekitar," ungkapnya.
Polisi berhasil mengamankan sejumlah tersangka utama dari berbagai klaster peran, di antaranya yaitu AN dan ASA sebagai pelaku eksekutor pencurian. Kemudian RR sebagai mantan teknisi (sapron) instalasi yang membobol wilayah Kalisari, Jaktim. Serta, GA sebagai penadah dan pengepul barang curian.
Dari hasil pemeriksaan mendalam terhadap AN ditemukan aliran dana mencurigakan sebanyak 11 kali transaksi perbankan. Nilainya yaitu puluhan juta rupiah kepada tersangka RR.
"Sindikat ini dikendalikan oleh jaringan internasional. Modul BTS yang berhasil dicuri dikumpulkan oleh pengepul lalu dikirim ke luar negeri melalui jasa ekspedisi atas arahan seorang warga negara asing (WNA) berinisial Jason Zhang yang diduga berada di Bangkok, Thailand," tuturnya.
(dvp/rfs)





