Harga CPO Turun 2 Hari Tertekan Tingginya Persediaan 

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak sawit mentah (CPO) melemah dua hari berturut-turut pada Kamis (16/7/2026), tertekan oleh meningkatnya persediaan di Malaysia dan Indonesia.

Harga CPO Turun 2 Hari Tertekan Tingginya Persediaan. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) melemah dua hari berturut-turut pada Kamis (16/7/2026), tertekan oleh meningkatnya persediaan di Malaysia dan Indonesia di tengah permintaan yang masih lesu, serta pelemahan harga minyak nabati pesaing di bursa Chicago dan Dalian.

Kontrak acuan CPO pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives turun 0,67 persen menjadi 4.570 ringgit per ton pada jeda perdagangan siang.

Baca Juga:
Rupiah Ditutup Menguat, Kembali ke Bawah Rp18.000 per Dolar AS

Kepala Riset Komoditas Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, Anilkumar Bagani, mengatakan persediaan minyak sawit yang relatif tinggi di Indonesia dan Malaysia terjadi ketika permintaan masih lemah, sementara produksi tetap berada pada level yang tinggi.

"Penundaan penerbitan alokasi mandat biodiesel B50 di Indonesia serta kebijakan anti-deforestasi Uni Eropa (EUDR) turut menekan harga minyak sawit," ujar Bagani, dikutip Reuters.

Baca Juga:
20 Saham dengan Market Cap Terbesar Juni 2026, MPRO dan CASA Masuk Daftar

Persediaan minyak sawit Indonesia naik 18,9 persen secara bulanan pada Mei setelah ekspor merosot.

Sementara itu, stok minyak sawit Malaysia meningkat ke level tertinggi dalam empat bulan pada Juni karena pemulihan produksi lebih cepat dibandingkan pertumbuhan permintaan.

Baca Juga:
Dana Kelolaan Ashmore (AMOR) Capai Rp32,4 Triliun, Tumbuh 35 Persen

Seorang trader yang berbasis di Kuala Lumpur mengatakan kontrak berjangka CPO masih menunggu perbaikan permintaan dan perlambatan produksi untuk keluar dari kisaran pergerakan harga saat ini.

Di sisi lain, ekspor minyak sawit Malaysia pada periode 1-15 Juli diperkirakan naik antara 4 persen hingga 12,4 persen dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya, berdasarkan data perusahaan survei kargo Intertek Testing Services dan AmSpec Agri Malaysia.

Sentimen negatif juga datang dari pelemahan harga minyak kedelai di Chicago serta kontrak olein sawit di Dalian.

Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 0,38 persen, sedangkan kontrak minyak sawit turun 0,88 persen. Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) melemah 0,18 persen.

Harga minyak sawit umumnya mengikuti pergerakan harga minyak nabati pesaing karena bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.

Sementara itu, Malaysia menaikkan harga referensi CPO untuk Agustus ke level yang mempertahankan bea keluar ekspor sebesar 10 persen, berdasarkan surat edaran yang diterbitkan di situs Malaysian Palm Oil Board (MPOB). (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TASPEN Serahkan Santunan Rp 214 Juta kepada Ahli Waris ASN Bea Cukai yang Gugur Saat Tugas
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
JUKE Bawa Pop Rock Indonesia Era 2000-an di EP Perdana
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Menteri LH Targetkan Permasalahan Sampah Sumbar Tuntas 2027
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Komisi IX DPR Siapkan Panja Tata Kelola MBG, Fokus Benahi Roadmap
• 4 jam laludetik.com
thumb
Menteri Sosial Pastikan Sekolah Rakyat Ramah Anak dan Anti Bullying
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.