FISIP UB Perkuat Kapasitas Staf KPID Jatim Hadapi Tantangan Pengawasan Penyiaran di Era Digital

beritajatim.com
2 jam lalu
Cover Berita

Surabaya (beritajatim.com) – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) menggelar lokakarya peningkatan kapasitas bagi staf Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur untuk memperkuat kemampuan analisis siaran di era konvergensi media.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang bertujuan mendukung pengawasan penyiaran agar mampu mengikuti perkembangan media digital.

“Melalui lokakarya ini, kami ingin memberikan sudut pandang teoretis sekaligus metodologi praktis,” ujar Ketua Pelaksana PKM FISIP UB, Romel Masykuri, di Kantor KPID Jawa Timur, Kamis (16/7/2026).

Workshop bertema “Penguatan Kapasitas Staf KPID Jawa Timur dalam Analisis Siaran di Era Konvergensi Media” itu diikuti para komisioner dan staf KPID Jawa Timur yang bertugas di bidang pengawasan serta analisis isi siaran. Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai respons terhadap perubahan lanskap penyiaran yang semakin dipengaruhi perkembangan platform digital.

Romel menjelaskan konvergensi media telah mengaburkan batas antara media penyiaran konvensional, seperti televisi dan radio, dengan media digital. Kondisi tersebut membuat bentuk pelanggaran isi siaran semakin beragam sehingga memerlukan pendekatan analisis yang lebih komprehensif.

“Staf KPID Jawa Timur diharapkan tidak hanya mampu mengidentifikasi potensi pelanggaran secara tekstual, tetapi juga memahami konteks sosial, politik, dan perkembangan ekosistem media digital yang melatarbelakanginya,” katanya.

Selama lokakarya, peserta mendapatkan materi mengenai teknik analisis isi siaran, analisis wacana kritis, pemantauan perkembangan media digital, hingga tantangan pengawasan penyiaran di era konvergensi media. Kegiatan juga dilengkapi dengan simulasi analisis terhadap sejumlah kasus siaran yang menjadi perhatian publik.

Koordinator Bidang Pengembangan Kebijakan dan Sistem Penyiaran (PKSP) KPID Jawa Timur, Yunus Ali Ghafi, mengatakan kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah penting untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lingkungan KPID. Menurutnya, peningkatan kompetensi diperlukan agar pengawasan penyiaran tetap mampu mengikuti dinamika perkembangan teknologi informasi.

“Dengan kapasitas staf yang terus diperkuat dan diperbarui, KPID Jawa Timur optimistis dapat menjalankan fungsi pengawasan penyiaran secara lebih responsif, objektif, profesional, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ungkap Yunus.

Sebagai bagian dari evaluasi, seluruh peserta mengikuti post-test untuk mengukur pemahaman terhadap materi yang telah diberikan. Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar pengembangan program peningkatan kapasitas berikutnya agar kualitas pengawasan penyiaran di Jawa Timur semakin adaptif terhadap tantangan era digital. [asg/ian]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Truk Molen Sempat Nyangkut di Jembatan Matraman, Begini Penampakannya
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
Admin Akun "TheKerupuk" Ditangkap gara-gara Meme, Kini Jadi Tersangka
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Kronologi petugas wanita Rutan Salemba gagalkan penyelundupan ekstasi
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Perkuat Hilirisasi, Indonesia-Swiss Jalin Kerja Sama Sektor Mineral dan Logam
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Efek Berhenti Minum Kopi pada Otak
• 17 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.