Bisnis.com, SEMARANG - Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Teknis Pembentukan Kader Konservasi Alam Tingkat Pemula di Sedawung Hills, Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang pada 13-15 Juli 2026.
Kegiatan tersebut digelar secara kolaboratif bersama pengelola PLTU Batang, PT Bhimasena Power Indonesia (BPI).
Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV DLHK Provinsi Jawa Tengah, Gunawan menjelaskan bahwa Kader Konservasi Alam merupakan agen penting dalam upaya pelestarian lingkungan.
Menurutnya, konservasi alam tidak bisa digerakkan secara sepihak oleh pemerintah, melainkan membutuhkan motor penggerak langsung dari masyarakat yang dibekali pemahaman teknis yang matang.
Diklat ini dirancang khusus untuk mencetak generasi baru yang responsif dan aktif dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan serta keanekaragaman hayati secara berkelanjutan. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari ragam elemen penggerak, di antaranya para pegiat lingkungan dari Desa Tombo, pegiat konservasi burung dari Desa Pacet, serta perwakilan karyawan BPI.
"Melalui diklat ini, para peserta dibekali materi esensial mulai dari kehutanan umum, dasar ekologi, hingga praktik lapangan identifikasi flora dan fauna dengan harapan mereka dapat menjadi pionir pelestarian hutan di kawasan Batang," ungkap Gunawan, Rabu (15/7/2026).
Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan ikut menjadi bagian dari pilar Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diterapkan oleh BPI. General Manager Stakeholder Relation BPI, Aryamir H. Sulasmoro, menegaskan komitmen berkelanjutan perusahaan terhadap aspek lingkungan hidup di sekitar wilayah operasional.
"Kolaborasi strategis bersama CDK IV - DLHK Jawa Tengah ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan dalam mendukung program kelestarian alam secara kolektif. Sinergi antara korporasi, pemerintah, dan masyarakat mutlak diperlukan agar kesadaran akan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati dapat mengakar kuat. Melalui keterlibatan aktif para pegiat lokal serta karyawan BPI dalam diklat ini, diharapkan lahir inisiatif-inisiatif hijau baru yang mampu menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendorong kemandirian pelestarian lingkungan di Kabupaten Batang," ungkap Aryamir.
Kepala Desa Tombo Mustajab memberikan apresiasi atas dipilihnya wilayah desa mereka sebagai pusat pelatihan dan lokasi praktik lapangan. Pihak pemerintah desa mengungkapkan rasa bangga sekaligus terima kasih karena warganya mendapat kesempatan emas untuk belajar langsung dari para ahli lintas sektor.
"Kami menilai kehadiran program ini dinilai sangat strategis bagi masa depan Desa Tombo yang memiliki potensi alam luar biasa. Kami berkomitmen untuk terus mendukung penuh para kader lokal ini pascapelatihan, agar ilmu yang didapat mampu diaplikasikan langsung dalam menjaga kawasan hutan desa serta mengembangkan potensi wisata alam secara bijak dan berkelanjutan serta ke depannya Desa Tombo bisa menjadi Desa Konservasi," tegas Mustajab.
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta dihadapkan pada kurikulum yang melibatkan berbagai pakar dan instansi lintas sektor. Sebagai puncak acara pada hari ketiga, para peserta melakukan praktik lapangan langsung di kawasan hutan desa Tombo untuk melakukan identifikasi Flora-Fauna serta survey dan monitoring Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) yang dipandu oleh KPA Haliaster Departemen Biologi UNDIP. Melalui program intensif ini, para kader baru diharapkan tidak hanya membawa pulang sertifikasi tingkat pemula, melainkan kesiapan penuh untuk berjejaring dalam gerakan pelestarian alam yang adaptif dan terukur demi masa depan hijau Kabupaten Batang.
1784212072_29120ae5-a14a-4df8-9242-c49631b658c8.





