DEPOK - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggembleng ribuan kepala desa di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat. Pemerintah juga menyiapkan pendampingan secara daring selama dua bulan agar ilmu yang diperoleh para kepala desa benar-benar diterapkan di wilayah masing-masing.
Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri La Ode Ahmad Pidana Bolombo mengatakan, Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II yang resmi ditutup ini menjadi bagian dari rangkaian program yang telah dimulai sejak akhir Juni lalu.
"Hari ini rangkaian akhir kegiatan Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan Kedua. Ini satu kesatuan sebetulnya dengan Angkatan Pertama yang sudah dibuka 30 Juni yang lalu," kata La Ode, Kamis (16/7/2026).
Menurut dia, antusiasme peserta selama mengikuti pembelajaran di UI sangat tinggi. Para kepala desa menganggap kesempatan belajar di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia sebagai bentuk penghargaan dari pemerintah.
"Antusiasme dari para peserta itu luar biasa. Mereka ada dari 32 provinsi. Alhamdulillah mereka merasa sebuah penghargaan, sebuah kehormatan mereka bisa dihadirkan oleh pemerintah pusat sebagai kepala desa hadir di salah satu kampus terbaik di Indonesia, Universitas Indonesia," ujarnya.
La Ode menjelaskan, materi pelatihan tidak disusun secara umum. Sebelum program dimulai, Kemendagri bersama Universitas Indonesia melakukan survei, pemetaan, serta identifikasi kondisi desa untuk menyusun modul pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta.
Berbagai materi diberikan berdasarkan potensi masing-masing desa, mulai dari pengembangan pariwisata dan ekowisata, digitalisasi pemerintahan desa, hingga sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.
"Mereka datang berdasarkan karakteristik potensi unggulan yang ada di desa dan daerahnya masing-masing. Sehingga bahan ajar yang diberikan benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan desa," katanya.




