Jakarta: Aksi sekelompok anak mengadang pengendara sepeda motor yang nekat menerobos trotoar di Jalan Daan Mogot, dekat lampu merah Cengkareng, Jakarta Barat, viral di media sosial. Dengan menggunakan ranting kayu, anak-anak tersebut memaksa para pemotor nakal untuk turun dari trotoar dan kembali ke jalur arteri.
"Kita memang sering pengawasan di situ. Tapi kalau kita di sana, mereka (pemotor nakal) tiba-tiba enggak lewat di situ (trotoar). Jadi seperti kucing-kucingan gitu," ujar Kanit Lantas Polsek Cengkareng AKP Yeni di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 16 Juli 2026.
Baca Juga :
Istana untuk Anak Sekolah: 164 Siswa Disabilitas Kunjungi IstanaYeni menambahkan, aksi anak-anak yang mengadang pemotor tersebut juga tidak dapat dibenarkan sepenuhnya karena lokasi tersebut bukan tempat bermain.
"Jadi anak-anak itu juga sering main bola di situ. Itu kan enggak boleh juga. Trotoar itu hanya untuk pejalan kaki, bukan untuk bermain bola," jelas Yeni.
Ilustrasi viral di media sosial. Foto: Dok. Medcom.id.
Rencana Pemasangan Pembatas Besi
Kawasan Daan Mogot memang kerap dijadikan jalan pintas oleh para pemotor untuk menghindari kemacetan. Mengantisipasi pelanggaran berulang, Polsek Cengkareng akan berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk memasang besi pembatas di trotoar tersebut.
Yeni menegaskan bahwa trotoar merupakan hak mutlak pejalan kaki. Pelanggaran fungsi fasilitas publik ini dinilai sangat membahayakan keselamatan masyarakat.
"Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya tertib berlalu lintas demi mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas," ucap Yeni.




